oleh

2 Orang Siswa SMK Negeri 2 Tangerang Teler Isap Tembakau Gorila, Ini Kata Kepala Sekolah

Infoindo.id – 2 Orang siswa SMK 2 Tangerang, kedapatan teler akibat mengkonsumsi narkoba jenis ganja sintetis atau yang lebih dikenal dengan tembakau gorila.

Kedua siswa tersebut merupakan siswa baru yang masih kelas 1 SMK. Meskipun demikian kepala sekolah masih memberikan kesempatan untuk siswa yang kedapatan menghisap tembakau gorila ini.

Keterangan Kepala Sekolah Terkait Siswa Isap Tembakau Gorila :

Pihak sekolah SMK Negeri 2 ini mengetahui bahwa kedua siswa yang berinisial R dan D dan akan memberikan sanksi terhadap siswa tersebut.

“kami akan memberikan sanksi terhadap siswa yang menggunakan narkoba berupa skorsing tanpa mengeluarkan siswa tersebut dari sekolah.”Ujar Kepala Sekolah SMK 2 Tangerang. Dedi Kurniadi saat diminta keterangan hari rabu ( 24/10 ).

Kendati demikian, menurut Dedi dirinya mengaku kecolongan terhadap dua orang siswa baru. Kecolongan yang dimaksudkan adalah karena pihak sekolah tidak melakukan test urine terhadap siswa baru saat Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ).

“Kita kecolongan karena tidak tes urine pada penerimaan siswa baru padahal pada tahun ajaran sebelumnya. Pihak sekolah bisa melakukan test urine untuk mengantisipasi calon siswa yang positif menggunakan narkoba.”kata Dedi.

Sambungnya lagi, Tahun ini tidak ada test urine karena kita tahu sendiri bahwa Pak Wahidin ( Gubernur Banten ) menginstruksikan bahwa sekolah gratis. Jadi kita tidak ada dana untuk melakukan pemeriksaan.

Maka dari itu tidak ada dilakukan pemeriksaan narkoba saat penerimaan siswa baru tahun ajaran 2018/2019 ini.

tembakau gorila

Test Urine Siswa Baru :

Akibat dari kejadian 2 orang siswa yang ketahuan menghisap tembakau gorila tersebut. Kepala Sekolah Dedi Kurniadi mendapatkan pelajaran berharga. Pihak sekolah akan terus dan semakin gencar melakukan test urine saat penerimaan siswa baru tahun depan.

“Besok seluruh siswa baru harus diperiksa ( test urine ), tegasnya.

Kembali Dedi mengingatkan kepada seluruh siswa baru untuk tidak menggunakan obat obat terlarang ataupun narkoba jenis apa pun karena akan merusak masa depan.

Sampai sejauh ini, Kepala sekolah menjelaskan bahwa telah melakukan kerjasama dengan instansi masyarakat. Seperti BNN, Polsi, serta Pemerintah untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di sekolah atau anak dibawah umur.

Pihak sekolah juga akan terus melakukan penyuluhan terhadap bahaya narkoba dan berbagai rangkaian kegiatan lainnya bagi siswanya.

“Kalau dari pihak sekolah sih, ada ya ( penyuluhan siswa ) setiap tahunnya atau secara bertahap kepada siswa. Guna nya untuk menjelaskan bahaya narkoba, lalu lintas, kenakalan remaja, dan lain lain”, tutup Dedi.

Komentar

News Feed