oleh

Bawaslu Terima Banyak Laporan Mengenai Masa Kampanye

Infoindo.id – Badan Pengawasan Pemilu ( Bawaslu ) Mengungkapkan bahwa telah menerima banyak laporan masuk mengenai masa kampanye. Padahal baru masuk 3 minggu masa kampanye Pemilu 2019.

Sampai saat ini belum ada laporan dari Bawaslu mengenai berapa banyak laporan yang masuk.

“Laporan ada yang masuk dari dugaan dukungan kepala daerah terkait paslon tertentu dan juga terkait kampanye”, Ujar Fritz Edward Siregar, Anggota Bawaslu.

Laporan terbaru yang masuk ke Badan Pengawasan Pemilu adalah dari dugaan pelangaran kampanye yang dilakukan oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Luhut dan Sri dilaporkan ke Bawaslu karena melakukan pose satu jari saat rapat pertemuan IMF-World Bank.

Kejadian saat ini direktur IMF dan World Bank berfoto dengan gaya dua jari lalu dikoreksi oleh pak Luhut dan bu Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan two for Prabowo, anda one for Jokowi. Kemudian keduanya dilaporkan oleh Dahlan Pidow karena melanggar aturan kampanye.

Kasus Hoax Ratna Sarumpaet dilaporkan ke Bawaslu

Selain itu, menurut Fritz dugaan laporan juga datang dari kasus hoax Ratna Sarumpaet. Ada banyak yang dilaporkan terkait kasus hoax ini.

Fritz mengatakan laporan bukan hanyya untuk tim kampanye melainkan juga untuk Capres Prabowo.

“Laporan yang masuk terkait kasus Ratna Sarumpaet berbeda- beda. Ada yang melaporkan pak Prabowo-sandi, ada juga yang melaporkan kampanye ataupun tim pemenangnya”, kata Fritz.

Laporan pelanggaran juga banyak terjadi di daerah terkait deklarasi yang dilakukan oleh Bupati pada tiga kepala daerah. Diantaranya Sumatra Barat, Riau dan Sulawesi Barat.

Menurut Fritz, terkait kasus deklarasi yang dilakukan oleh Bupati hampir sama dengan yang dilakukan oleh ibu Sri Mulyani dan pak Luhut. Hanya saja bupati diurus oleh tingkat daerah bukan di tingkat Bawaslu.

Masa kampanye Pemilu 2019 akan terus berlangsung hingga tanggal 13 April 2019 yang akan datang.

Komentar

News Feed