oleh

Tanggapan Pemprov Sumut Terhadap Bocah Pengidap HIV di Samosir

Infoindo.id – Mengenai kabar terbaru terkait adanya bocah pengidap HIV di Nainggolan, Samosir, Pemprov Sumut langsung turun tangan.

Keterkaitan Pemprov Sumut dengan perihal ancaman pengusiran terhadap sejumlah anak yatim piatu diduga mengidap HIV.

Dimana pihak Pemprov Sumut mengerahkan tim ke daerah tersebut dalam upaya memperjelas duduk permasalahan beserta mencari solusi dari masalah tersebut.

“Secara real ya kita sudah ada memberangkatkan orang kesana untuk kepastiannya, yang pastinya itu tidak bisa main usir-usir begitu” Ujar Edy Rahmayadi.

Untuk sementara ini, Gubernur Sumut itu masih belum dapat memastikan solusi dalam persoalan ini. “Saya belum bisa menjawab secara pasti karena orang sedang berangkat kesana untuk nanti saya bisa mengambil keputusan”. Sambung Edy Rahmayadi

Seperti yang telah diberitakan dibeberapa media tanah air, bahwa ada lima bocah yatim piatu pengidap HIV. Kelima bocah tersebut tidak mendapat hak pendidikan dan terancam diusir dari Kabupaten Samosir.

Pengusiran ini terjadi dikarenakan para warga menolak keberadaan mereka, akibat takut adanya penularan terhadap bocah lainnya.

Selain itu ada beberapa informasi mengatakan bahwa kelima bocah tersebut bukan merupakan penduduk asli Samosir.

Kelima anak tersebut merupakan  anak yatim piatu yang kini tinggal di Rumah Kasih milik Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Kompleks RSU HKBP Nainggolan.

Upaya Dari Pemerintah Terhadap Bocah Pengidap HIV

 

Bupati Samosir, memastikan tidak akan terjadi pengusiran terhadap anak-anak tersebut dan akan tetap berada di Samosir.

Namun sebelumnya, warga telah memberikan ultimatum agar kelima anak tersebut meninggalkan Samsosir paling lambat 23 Oktober 2018.

Sementara menurut pihak Pemkab Samosir mengatakan bahwa anak-anak itu sebaiknya menjalani home schooling dan tidak belajar di sekolah publik.

Akan tetapi pihak HKBP selaku pendamping dari anak-anak itu menolak dan menginginkan anak-anak itu tetap dapat bersosialisasi dengan anak seusianya.

Baca Juga : Pembunuhan Sekeluarga dan Bunuh Diri Dilakukan Seorang Ayah di Palembang

 

“Kami sayang seluruh anak-anak. Nah, sekarang ada pendapat yang berbeda. Di satu sisi orangtuanya meminta jangan digabungkan anak kami dengan yang terpapar HIV,” Ujar Bupati

“Betul, karena mereka punya anak khawatir. Kemudian datang dari pihak HKBP, oh ini deskriminasi,” Sambungnya.

“Kami menyayangi, tapi ada konteks dan program lain yang kita bisa menyelamatkan kedua-duanya. Kita tawarkan pendidikan khusus terhadap anak yang terpapar ini,”Ungkapnya.

“Jadi tidak bergabung dan kita buat kelas khusus. Kalau HKBP mau ya syukur, kalau tidak apa boleh buat” ujar Bupati Samsosir.

Pihak dari HKBP sendiri menyatakan telah lama melakukan pendampinagan terhadap pengidap HIV. Bahkan mereka rutin mendampingi sekitar 19 orang yang diduga terinfeksi HIV diberbagai daerah nusantara.

Dari jumlah tersebut enam diantaranya masih dalam usia anak. Dari jumalh itu, seorang tengah dirawat intensif di RSUP H Adam Malik Medan.

Akan tetapi, keberadaan dari anak-anak ini menjadi polemik di tempat tersebut. Adanya provokasi yang membuat para anak jadi korban Bullying.

Karena adanya sebagian warga yang tidak sepakat jika anak-anak itu tetap berada diwilayah tersebut. Bahkan yang saat ini hak pendidikan mereka ikut terancam.

Menurut Pihak HKBP Samosir

 

Menurut pernyataan Kepala Departemen Diakonia HKBP, mereka akan terus memperjuangkan keberadaan dan hak pendidikan dari anak-anak itu.

Mereka ingin membuka hati pemerintah dan masyarakat setempat mengenai pengidap HIV harus tetap dilindungi. Bahkan seharusnya untuk terus didekati agar mereka punya semangat.

“Kita harus bahu-membahu. Kita harus berpikir bahwa semua manusia itu berharga dimata Tuhan” Ujarnya.

Komentar

News Feed