oleh

Dipaksa Bekerja, RI Akan Hentikan Pengiriman Kerja Magang Ke Taiwan

Infoindo.id – Laporan ini bermula dari hasil penyidikan anggota parlemen Partai Kuomintang. Ratusan mahasiswa Indonesia di Taiwan diduga telah dipaksa bekerja di pabrik-pabrik industri.

Ko Chih-en seorang anggota parlemen perempuan itu mengklaim menemukan fakta bawah ratusan mahasiswa asal Indonesia bekerja selama empat hari dalam sepekan di sebuah pabrik lensa.

“Mereka diangkut menggunakan truk ke pabrik lensa untuk bekerja selama 10 jam, sejak pukul 07:30 WIB hingga 19:30,” ujar Ko kepada media lokal saat memberikan keterangan pers pada akhir bulan lalu.

Bukan hanya itu mereka juga di paksa untuk mengkomsumsi makana tidak halal, kata dia lagi kepada media lokal taiwan.

Perwakilan Indonesia meminta keterangan kepada taiwan

Arrmanatha Nasir, selaku juru bicara luar negeri engatakan perwakilan Indonesia di Taiwan yang telah diminta untuk menindak lanjuti laporan itu lebih jauh.

Sedangkan, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Didi Sumedi menyebut pihaknya telah mengirimkan tim ke universitas-universitas yang dituding melakukan praktik tersebut.

Kuliah, kerja magang di Taiwan legal

Pusat Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Taiwan sesungguhnya sudah memperhatikan sejak lama program double track atau kerja magang tersebut. Berdasarkan kebijakan New Southbound Policy (NSP), program kerja magang itu legal

PPI Taiwan memang sudah mengonfirmasi kepada beberapa mahasiswa yang sempat disebut di pemberitaan.

Mereka memastikan memang ada kelebihan jam kerja dari yang sudah ditentukan yakni 20 jam per minggu bagi pelajar.

Tetapi, informasi yang mereka peroleh, seluruh jam kerja itu tetap diberikan gaji.

Data dari Kementerian Luar Negeri Indonesia mencatat ada sekitar 6.000 mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Taiwan.

Salah satu provinsi yang mengirimkan banyak pelajarnya ke Taiwan yakni dari Bangka Belitung.

Data menyebut Pemprov Babel telah mengirimkan sekitar 147 siswa untuk program S1.

Perwakilan Indonesia di Taipei memiliki atase pendidikan


Dengan tingginya jumlah pelajar Indonesia di Taiwan, maka PPI di Taipei menyarankan agar kantor perwakilan Indonesia di sana memiliki seorang staf yang posisinya setara dengan atase pendidikan. Apalagi masing-masing pelajar memiliki dinamikanya.

Atase ini dapat membantu pemerintah mengelola, memonitor, dan mengevaluasi program-program kerja sama yang ditawarkan antara Indonesia dengan Taiwan,” kata PPI di Taiwan.

Komentar

News Feed