oleh

Kronologi dan Fakta di Balik Kasus ‘Peluru Nyasar’ di Gedung DPR RI

-Berita-17 views

Infoindo.id – Peluru nyasar yang terjadi pada tanggal 15/10/2018 Hari senin sekitar pukul 14.30 WIB membuat warga geger. Pasalnya peluru nyasar tersebut berada pada gedung DPR RI Komisis III di lantai 13 dan lantai 16.

Ruangan yang terkena tembakan peluru nyasar ini diantaranya du ruangan 1313 milik anggota Fraksi Golkar, Bambang Heri Purnomo dan ruangan 1601 milik anggota Fraksi Gerindra, Wenny Warouw.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kasus tersebut. Hanya saja peluru hampir mengenai salah seorang staf di gedung tersebut. Mengenai kerudung yang digunakan oleh salah seorang staf.

Kronologi dan Fakta Dibalik Kasus Peluru Nyasar :

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dapat disimpulkan beberapa fakta berikut ini :

1. Pelaku nya 2 orang di lapangan tembak Perbakin

Polisi menetapkan 2 orang tersangka diantaranya berinisial I ( 32 ) dan R ( 34 ). Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan kedua tersangka diamankan di lapangan tembak Persatuan Penembak Indonesia ( Perbakin ).

Nico juga mengatakan bahwa kedua tersangka datang sekitar pukul 12.00 WIB lalu meminjam senjata jenis Glock 17 dan senjata api jenis Akai Custom.

Nico melanjutkan bahwa peluru nyasar yang ada di gedung DPR RI sudah diperiksa dan benar peluru tersebut berasal dari senjata glock 17 ini.

2. Pelaku Bukan Anggota Perbakin

Diungkapkan oleh Kombes Nico sewaktu diamankan di lapangan perbakin, Kedua tersangka bukanlah anggota dari Perbakin.

Senjata yang digunakan oleh I dan R juga bukanlah senjata milik Perbakin, melainkan senjata sewaan yang diduga merupakan milik seorang berinisial AG.

AG akan diperiksa oleh kepolisian karena untuk kepemilikan senjata harus memiliki izin. Jika tidak memiliki izin kepemilikan senjata maka dapat dijera UU Darurat.

3. Senjata Ternyata Sudah Dimodifikasi

Menurut keterangan yang didapatkan senjata jenis Glock 17 ini sudah dimodifikasi untuk keperluan olahraga.

Terdapat perangkat tambahan pada senjata tersebut dan sudah dipasang switch auto di bagian belakang.

Akibat dari modifikasi tersebut, secara tiba tiba senjata tersebut menghasil tembakan bertubi-tubi. Tambahnya lagi AG telah mengisi 4 buah anak peluru dan begitu ditembakkan , seluruh peluru naik ke atas.

4. Kedua Pelaku Mengaku PNS Kemenhub

Kedua pelaku yang tersangkut kasus Peluru Nyasar ini mengaku bekerja sebagai PKN di Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ).

Sampai saat ini belum ada keteranagan dari pihak kemenhub mengenai kebenaran dan kedua pelaku peluru nyasar tersebut.

5. Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Dengan seluruh bukti yang ada, Jika pelaku tidak memiliki izin kepemilikan senjata tanpa hak sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 1 Ayat 1 Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Kedua tersangka akan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Komentar

News Feed