oleh

AS Ikut Serta Dalam Investigasi Penyebab Kecelakaan Lion Air JT-610

Infoindo.id – Dalam investigasi terkait penyebab dari kecelakaan yang terjadi pada pesawat Lion Air JT-610 (29/10/2018).

Soerjanto Thahjono yang merupakan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan bahwa Amerika Serikat ikut serta dalam investigasi.

Amerika diwakili oleh pihak National Transportasion Safety Board (NTSB) ikut serta dalam membantu investigasi dari penyebab kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.

Dan juga Amerika merupakan negara dari pembuatan Boeing 737 Max 8 yang merupakan jenis pesawat JT-610.

Akan tetapi Amerika Serikat memastikan bahwa tidak ada intervensi dari pihak mereka terkait kecelakaan yang terjadi.

“Jadi posisi KNKT Amerika Serikat itu sesuai dengan regulasi negara pembuat. itu harus wajib membantu negara penginvestigasi. Dimana kecelakaan terjadi untuk menangkap permasalahan yang ada dikecelakaan tersebut,” Ungkap Soerjanto (2/11/2019) dikantornya.

 

Baca Juga : Hikmah Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610 Menjadi Persatuan Bangsa

 

“Dan negara pembuat juga otoritas yang melajukan approval pesawat tersebut seperti Dirjen Udara. itu juga datang kesini bersama dengan Boeing dan pabrik mesin apakah ada kaitannya dengan mesin mereka. Siap untuk kita tanya-tanya,” Sambungnya.

Menurutnya apabila masih dinilai belum cukup, tidak menutup kemungkinan pihak dari KNKT akan terbang kenegara asal untuk berkoordinasi dengan ahli disana yang membuat pesawat.

Dimana ini bertujuan dalam upayah mengungkapkan penyebab dari kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.

Maka dari itu, dirinya juga menjelaskan bahwa dalam upaya mengungkap penyebab dari kecelakan tidaklah semudah yang dibayangkan.

Yaitu dengan hanya membaca black box berisi FDR dan CVR saja, namun begitu banyak yang dilakukan untuk mendapatakan hasil yang diinginkan.

“Terkadang kita butuh percobaan untuk mengetahui sistem saat ini kita juga coba simulatornya disana kalau begini reaksinya bagaimana,” jelas Soerjanto.

Black Box Lion Air JT-610 dilakukan oleh KNKT Indonesia

Dalam melakukan investigasi ini, Ony soerjo Wibowo yang merupakan investigator kecelakaan penerbangan KNKT, menambahkan bahwa Amerika hanya ikut membantu.

Amerika Serikat diketahui meski ikut dalam membantu, namun dalam membaca FDR atau CVR hanya akan dilakukan oleh pihak KNKT saja. Sebab pihak KNKT sendiri telah memiliki alat untuk membaca FDR atau CVR tersebut.

“Kita punya Lab sejak 2009, sehingga proses pembacaan dan pembongkaran di Indonesia. Kita punya fasilitas dan kita sudah berhasil mengunduh ratusan recorder,” Jelas Ony.

Bahkan dirinya menambahkan bahwa indonesia sendiri telah berhasil membantu dalam membaca FDR atau CVR dari beberapa negara. Alat ini juga dapat digunakan oleh pihak militer.

“Bahkan kita bantu Myanmar, Malaysia dan negara lainnya. Termasuk fasilitas itu digunakan sama militer saat mengalami kejadian yang membutuhkan download data recorder dan berhasil dengan baik dan laporannya ada di web. Seperti kasus Sukhoi, Air Asia yang menyangkut pembacaan FDR,”tuturnya

 

Komentar

News Feed