oleh

JPU Saudi Menyangkal Adanya Keterlibatan MBS Terkait Kasus Khashoggi

Infoindo.id – Jaksa penuntut umum (JPU) Arab Saudi kembali lagi dalam pernyataan terbarunya, menyangkal adanya keterlibatan putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dalam kasus Khashoggi atau pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.

Shaalan al-Shaalan, sebagai Wakil Jaksa Penuntut Umum dan juru bicara kantor jaksa Saudi, dalam penyampaian terbarunya di Riyadh menjelaskan mantan Wakil Kepala Intelijen Saudi, Ahmed al-Assiri, yang memerintahkan langsung misi penangkapan untuk memaksa Khashoggi kembali ke Saudi.

Al-Assiri disebut sebagai sosok yang membentuk tim yang beranggotakan 15 orang yang dikirim ke Istanbul, Turki.

Tim yang dibentuk itu, dibagi ke dalam tiga kelompok, sebut Al-Shaalan. Yakni tim intelijen, tim logistik dan tim negosiasi.

Ditekankan Al-Shaalan kembali bahwa misi dari tim 15 orang itu hanya semata untuk membujuk Khashoggi kembali ke Arab Saudi.

Namun karena negosiasi gagal dilakukan, maka pembunuhan terhadap Khashoggi pun dilakukan.

Al-Shaalan menyebut tewasnya Khashoggi setelah terjadi pergulatan yang membuatnya diberikan suntikan obat penenang atau bius yang dosisnya ia mati.

Atas pengakuan Al-Shaalan bahwa jenazah Khashoggi terlebih dahulu dimutilasi dan potongan tubuhnya.

Lalu diserahkan kepada seorang agen lokal di luar kompleks Konsulat Saudi di Istanbul.

Al-Shaalan menjelaskan, sosok yang memberikan perintah atas pembunuhan terhadap Khashoggi adalah kepala tim negosiasi, yang tak disebut namanya.

Kasus Kematian Khashoggi

Dalam penyampaiannya itu, seperti dikutip AFP dan Bloomberg, Kamis (15/11/2018), Al-Shaalan menegaskan bahwa MBS, yang kini memimpin Saudi, samas sekali tidak mengetahui misi tersebut.

“MBS tidak mengetahui,” ucap Al-Shaalan, yang juga menyebut MBS sempat diberi laporan palsu soal pembunuhan Khashoggi.

Saat ditanya lebih lanjut lagi apakah Saud al-Qahtani yang merupakan penasihat dan tangan kanan MBS, ikut terlibat dalam kasus ini?.

Al-Shaalan menjelaskan bahwa Al-Qahtani memiliki peran memberikan informasi dan koordinasi langsung.

Lanjut Al-Shaalan bahwa Al-Qahtani yang telah dipecat dari posisinya , sempat bertemu dengan tim yang berangotakan 15 orang itu sebelum mereka berangkat ke Istanbul.

Pertemuan itu disebut untuk memberikan bocoran saat briefing soal aktivitas Khashoggi. Disampaikan Al-Shaalan bahwa keberadaan Al-Qahtani kini masih dalam penyelidikan dan dicegah berpergian ke luar negeri.

Terkait kasus Khashoggi ini, JPU Arab Saudi menuntut hukuman mati kepada 5 orang dari 11 tersangka yang telah didakwa.

Total ada 21 orang tersangka yang ditahan dan diselidiki terkait kasus ini, dengan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan peran tersangka lainnya masih berlanjut.

Dalam pernyataan yang disampaikan terpisah beberapa waktu lalu. JPU Istanbul di Turki menyebut Khashoggi dicekik hingga tewas dalam aksi yang telah direncanakan dan jenazahnya dipotong-potong.

Keberadaan jenazah Khashoggi hingga kini masih dipertanyakan dan misterius. Dalam pernyataannya, Al-Shaalan menyebut pihaknya juga belum mengetahui lokasi pasti jenazah Khashoggi.

Komentar

News Feed