oleh

KM Berkat Sodara Berisi Ribuan Handphone Diamankan di Selat Singapura

KM Berkat Sodara (BS), sebuah kapal motor yang membawa ribuan handphone diamankan oleh aparat Lanal Batam. Peristiwa terjadi di Perairan Selat Singapura, Selasa (16/10/2018) sekitar 20.30 Waktu Indonesia Barat.

Pada saat dilakukan pengamanan kapal, kapal yang hendak berlayar menuju Batam tesebut datang dari Singapura. Di dalam kapal ,tak hanya handphone yang jumlahnya sekitar 20 ribu (609 koli) dengan berbagai merk.

Aparat juga ikut mengamankan sembilan belas (19) orang anak buah kapal (ABK) yang keseluruhan warga negara Indonesia.

Saat memberikan penjelasan di depan awak media, Panglima Armada Barat (Pangalmabar) Laksamana Muda Yudo Margono menyebutkan.

Bahwa kapal motor tersebut tertangkap oleh Kapal KRI Lepu yang sedang melakukan patroli rutin di Perairan Selat Singapura.

“KM Berkat Sodara itu berasal dari negara Singapura. Dia akan menyeludupkan atau mengelapkan barang-barang yang ada di dalam kapal itu ke Batam melalui jalur laut.

Kapal kita yang patroli mencoba menghampiri dan meminta keterangan surat jalan.

Ternyata mereka tidak bisa mempertanggung jawabkan barang bawaan mereka dengan memperlihatkan surat jalan yang diminta. “ucap Yudo Margono , Jumat (19/10/2018) siang.

KM Berkat Sodara

Karena tidak mempunyai atau memiliki kelengkapan surat keterangan jalan dari apa yang mereka bawa di dalam kapal.

Akhirnya anggota kita yang berada di kapal patroli melakukan pemeriksaan dan penggeledahan, Dan ternyata barang yang mereka bawa, yang kita amankan tersebut adalah HP dengan berbagai merk.

Hp berbagai merk ini rencananya akan di pasarkan atau di jual di batam kepada produsen-produsen yang sudah memesan barang tersebut sebelumnya.

Hingga sampai saat ini, para anak kapal yang membawa kapal tersebut belum mau membuka suara siapa pemilik barang seludupan itu.

Namun kita selaku penyidik Lanal Batam akan terus berupaya dan mencoba terus melakukan peyelidikan kepada mereka.

Kami akan cari tahu terus sampai dapat siapa pemilik barang itu. Sejauh sampai saat ini, mereka masih menutup mulut dan tidak mau mengakui siapa pemilik barang.

Untuk saat ini pelaku akan dikenakan sanksi UU pelayaran atas tindakan yang mereka lakukan.

Mereka juga akan dikenakan pasal-pasal lainnya, apabila dalam pemeriksaan dan penyelidikan ada perkembangan. Saya juga berharap kita dapat menemukan titik terang siapa pemilik barang seludupan ini.

Karena kita ingin cari tahu lebih mendalam mengenai kasus ini.

Melalui kasus ini, kami akan tingkatkan kinerja kami untuk terus patroli di pelayaran. Mungkin masih banyak lagi kapal-kapal lain yang akan beroperasi seperti kapal ini.

Komentar

News Feed