oleh

Beberapa Kejanggalan Dari Pembunuhan Sadis Sekeluarga di Bekasi

Infoindo.id – Pembunuhan sadis yang terjadi di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002/07 Kelurahan Jatirahayu Kota Bekasi ini terdapat kejanggalan.

Sampai saat ini polisi masih menyelidiki siapa di balik pembunuhan berantai ini. Polisi masih menyimpan rapat motif yang mengarah pada pembunuhan satu keluarga itu.

Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, mayoritas kasus pembunuhan yang menyasar sekeluarga secara sadis biasanya bermotif dendam.

Meski begitu, polisi juga tidak bisa berandai – andai dalam menyimpulan kasus pembunuh satu keluarga di bakasi ini. Pasalnya, setiap kasus punya karakteristik yang khas.

Oleh sebab itu, penyidik dari kepolisian masih mencari bukti di lokasi pembunuhan terjadi, dan hasil autopsi dari kasus pembunuhan sadis tersebut.

Dari beberapa Kasas yang perna oleh Polri baik di Sumatra, NTT, Palembang dan di beberapa di Jawa bisa dikatakan sebagian besar tersangka sakit hati dendam.

Dari temuan polisi di lokasi , di temukan beberapa fakta dari pembunuhan berantai tersebut.

Barang yang tidak hilang

Pembunuhan-Sadis-Bekasi

Kapolres Kota Bekasi Komisaris Besar Polisi Indarto mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kasus pembunuhan tersebut.

Sejauh ini tidak melihat barang-barang korban yang hilang

“Saat ini kami tidak menemukan barang yang hilang dari rumah korban,” ucap Indarto di lokasi kejadian

Pintu dan jendela yang tidak rusak

Pintu Dan Jendela tidak rusak

Polisi dilokasi menyatakan bahwa pintu dan jendela korban tidakdalam kondisi rusak. Hal tersebut berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Indarto menjelaskan, korban pembunuhan ini ditemukan di ruangan yang berbeda-beda.

“Suami istri di ruang TV. Sedangkan, anak-anaknya di tempat tidur,” ujar dia.

Saat ini, pihaknya tengah menunggu hasil autopsi untuk memastikan kematian 1 keluarga ini. Sebab, pada dua anaknya tidak ditemukan luka.

Membahas Uang dan Mobil

Membahas-Uang-dan-Mobil

Beberapa hari sebelum korban meninggal, salah satu tetangga sering mendengar korban berbincang dengan nada tinggi melalui sambungan telepon sebelum peristiwa pembunuhan.

“Saya memang sering dengar korban nerima telepon sambil marah-marah. Tapi yang nelepon siapanya kita enggak tahu, cuma dengar gitu doang,”

Terakhir, Lita mendengar pada Senin sore, 12 November 2018 sekira pukul 16.30 WIB. Saat itu sedang berbelanja di warung sembako milik korban.

Komentar

News Feed