oleh

Kericuhan dan Pertikaian di Rapat Parlemen

Infoindo.id – Ternyata, tidak hanya di Indonesia saja yang sering terjadi pertikaian di parlemennya. Baru-baru ini, parlemen Sri Lanka juga mempertontonkan hal yang tidak terpuji, dimana anggota parlemen dari dua kubu politik saling baku hantam.

Berikut tindakan tidak terpuji saat rapat pelemen

1. Pertikaian di Parlemen Sri Lanka

Rapat parlemen Sri Lanka berubah menjadi pertikaian di antara anggota parlemen. Akibatnya, seorang anggota dilarikan di rumah sakit.

Beberapa anggota lainnya, saat pertikaian dituduh telah mengancam anggota lain dengan pisau. Pertikaian ini terjadi selama hampir 20 menit.

Kejadian berawal saat pendukung Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa membentak pembicara parlemen, Karu Jayasuriya.

Mereka melawan anggota parlemen pendukung Ranil Wickremesinghe, yang diberhentikan dari posisinya sebagai perdana menteri oleh presiden akhir Oktober lalu.

Pendukungnya menyebut ini kudeta politik.

Pertikaian ini membuat ruangan menjadi gaduh. Anggota parlemen saling dorong mendorong hingga jatuh. Namun ada juga beberapa anggota yang bertindak sebagai penengah atau pendamai

2. Jotos-jotosan

Jotos-jotosan pun terjadi di parlemen Afrika Selatan. Saat itu, kubu oposisi melakukan pergulatan dengan penjaga dan tentara yang disiapkan untuk melindungi Presiden Jacob Zuma.

Polisi terpaksa menggunakan gratan untuk membubarkan pertikaian ini dan menangkap dua politisi dari kubu oposisi.

Karena mereka telah mengeluarkan kata hina kepada Presiden Jacob Zuma dan memulai pertikaian di ruangan sidang tersebut.

Zuma dituduh menutupi aibnya atas tuduhan korupsi.

3. Tawuran

Tawuran massal pun terjadi di parlemen Turki. Politikus dari partai berseberangan sampai baku pukul, ada yang melempar kursi dan botol air, sampai naik ke meja demi menghajar lawannya. Belasan politikus luka-luka.

Insiden ini berawal dari rancangan undang-undang usulan Presiden Reccep Tayyip Erdogan, yang menghapus kekebalan hukum anggota perlemen. Erdogan dituduh ingin menyeret beberapa politikus partai oposisi ke pengadilan atas dugaan penghinaan presiden.

Anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang mendominasi berusaha meloloskan UU tersebut. Sedangkan politikus Partai Demokratik Rakyat (HDP) selaku oposisi bersikeras melakukan penolakan akan hal itu.

Akibatnya, beberapa wakil rakyat yang emosi akhirnya baku hantam pun terjadi di hadapan kamera televisi, yang disiarkan langsung dan ditonton jutaan orang.

Ketua fraksi HDP, Idris Baluken, sampai mengalami cidera dislokasi bahu dan luka di kepala karena adu jotos melawan politikus pendukung Erdogan.

Komentar

News Feed