oleh

Hasil Otopsi Keluar : Peluru Bersarang di Otak, Misteri Kematian Keluarga di Palembang

Infoindo.id – Misteri kematian keluarga di Palembang telah memasuki hari ke tiga, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan otopsi. Otopsi selesai dilakukan dengan mengangkat empat proyektil dari keluarga diduga bunuh diri.

Korban tewas dalam kondisi peluru bersarang dibagian otak, usai proyektil menembus tempurung kepala. Hal tersebut diungkap langsung oleh dokter forensik RS Bhayangkara Palembang, kamis (25/10/2018).

Dimana otopsi jenazah satu keluarga dimulai dari pukul 16:00 – 23:00 WIB (25/10/2018) yang dijelaskan langsung oleh Mansyuri. “Semua bersarang diotak, tidak sampai tembus kekepala belakang,”Ujar Kompol Mansyuri.

Posisi proyektil menembus tempurung kepala dengan kisaran 30cm. Sehingga membuat dugaan kuat bahwa senjata api yang digunakan untuk menembak dari jarak dekat.

“Semua proyektilnya sudah diangkat, ada empat proyektil. Kisaran jarak tembak 30cm,”Sambungnya.

 

Baca Juga : Tak Ingin Dicerai Istri, Fransiskus Tembak Istri dan Anaknya

 

Untuk jedah waktu tewasnya masing-masing korban yang terdiri dari pasutri hingga anak, dirinya mengaku masih belum dapat menyimpulkan lebih lanjut lagi karena akan ditindaklanjuti oleh penyidik.

“Jeda waktunya belum bisa disampaikan, karena itu akan disampaikan penyidik, siapa yang lebih dulu meninggal,”tutupnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Fransiskus Xaverius Ong diduga tewas bunuh diri bersama Margareth Lentin Liana berserta kedua anaknya Rafael dan Kathlyn dengan cara menembak kepala menggunakan senjata berjenis revolver.

Yang mana senjata tersebut, ditemukan masih berada dalam genggaman tangan dari korban Fransiskus Xaverius Ong yang ditemukan diatas satu ranjang bersama istrinya.

Korban ditemukan tewas dikediaman pribadi mereka didalam kamar tidur masing-masing di kawasan Kompleks Villa Kebon Sirih Blok A18 Palembang (25/10/2018).

Pengakuan dari saksi kematian keluarga di Palembang

 

Korban ditemukan pertama kali oleh kedua asisten rumah tangga keluarga dari FX Ong tersebut. Kedua asistem rumah tangga mereka memulai aktivitas pada pukul 05:30 WIB.

Asisten mereka yakni Dewi pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapn pagi berupa mie untuk anak sulung dari FX. Sementara Sarah pergi untuk membangunkan anak kedua dari FX.

Namun saat akan membangunkan kathlyn, dia melihat banyak bercakan darah pada bantal korban.

Ia pun berpikir bahwa anak tersebut mengalami pendarahan hidung, lalu langsung pergi ke kamar Rafael untuk membangunkannya.

Namun ia juga melihat hal yang serupa banyak bercakan darah pada bantal korban. Sarah pun langsung pergi kekamar majikannya yang ada dilantai dua, namun saat dipanggil dan diketuk tidak ada jawaban yang diterima.

Karena kebingungan, merekapun menjerit untuk meminta pertolongan dari tetangga. Teriakan tersebut mengundang warga dan ketua RT, dan langsung menghubungi pihak kepolisian.

 

Komentar

News Feed