oleh

Krisis Air Bersih Melanda Beberapa Wilayah Ngawi, Jawa Timur

Infoindo.id – Krisis air bersih yang di alami ngawi, jawa timur diakibatkan musim kemarau di beberapa desa. Musim kemarau ini terjadi menjelang setiap akhir tahun.

Kepala BPBD daerah Ngawi, Eko Heru Tjahjono, mengatakan sesuai hasil laporan dan pantauan petugas di lapangan, kekeringan terparah terjadi di daerah perbukitan Ngawi bagian utara, seperti Kecamatan Bringin dan Pitu.

Untuk menaggulangi krisis air bersih di ngawi, BPBD ngawi dan BPBD jawa timur berkerja sama mengirim air bersih secara bertahap. Namun, penggiriman air bersih tersebut tidak maksimal karna kendala keterbatasan angaran.

“Saya berharap warga di desa krisis air untuk bersabar menunggu jatah pengiriman bantuan air. BPBD terus berupaya agar desa yang masuk kategori kering kritis mendapat bantuan air,” ujar Eko Heru kepada wartawan di Ngawi, Senin (22/10)

Hasil data yang di dapatkan BPBD ngawi, ada sekitar 45 desa di Kabupaten Ngawi yang kesulitan air bersih saat musim kemarau tahun ini.

Dari jumlah tersebut, terhitung 30 desa di antaranya dinyatakan krisis air bersih atau kering kritis. Sedangkan 15 desa sisanya hanya kesulitan air bersih, namun belum sampai kritis.

Ada sekitar 30 desa yang terkena katagori krisis air bersih. Yakni, Kecamatan Ngawi terdapat dua desa, Kecamatan Pitu ada lima desa, selanjutnya, Kecamatan Kedunggalar sebanyak dua desa,Kecamatan Karanganyar delapan desa, Kecamatan Bringin tujuh desa, Kecamatan Karangjati tiga desa, Kecamatan Kasreman dua desa, dan Kecamatan Padas satu desa.

Warga menggaku bahwa krisis air bersih ini sudah terjadi 5 bulan yang lalu di wilayah mereka. Kondisi ini terjadi di Dusun Bowan Timur, Desa Sumber Bening, Kecamatan Bringin .

” Sumur-sumur warga sudah kering. Daerah sini juga belum mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah,” kata salah satu warga desa setempat, Darmanto.

Untuk memenuhi kebutuhan air warga setempat terpaksa mencari sumber air alternatif di daerah perdalaman hutan dan berbukitan. Kondisi krisis ini terjadi setiap musim kemarau, solusi  warga hanya bisa mengharapkan bantuan dari pemeritah setempat.

 

 

 

Komentar

News Feed