oleh

Pembakaran Bendera Tauhid pada Hari Santri Nasional di Garut. Begini Kronologinya

Infoindo.id – Pembakaran Bendera Tauhid yang terjadi pada saat perayaan Hari Santri Nasional yang digelar di Garut menuai pro dan kontra antara warganet.

Kronologi Pembakaran Bendera Tauhid di Garut :

Pihak Kepolisian yang menonton video yang sedang viral menjelaskan bahwa kronologi pembakaran bendera dilakukan oleh ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Saat perayaan Hari Santri Nasional di Lapangan Alun-Alun Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut terlihat anggota Banser membakar bendera hitam bertuliskan Tauhid.

Dalam video yang berdurasi 02.05 menit tersebut. Terlihat bahwa ada seorang anggota dari GP Ansor yang membawa bendera tauhid. Kemudian belasan anggota Banser lainnya bersama sama membakar bendera tersebut.

Terlihat pula anggota banser yang mengenakan pakaian loreng khas Banser dengan baret khas berwarna hitam. Tidak hanya membakar bendera, mereka juga membakar ikat kepala berwarna hitam bertuliskan aksara arab itu.

Pembakaran Bendera Tauhid

Menurut laporan kepolisian setempat pembakaran bendera terjadi pada pukul 09.30 WIB, Senin ( 21/10/2018 ).

Pembakaran tersebut terjadi saat hari santri nasional tanggal 22 oktober 2018 yang merupakan peringatan ke 3 setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Polisi Cek Tempat Kejadian Perkara Pembakaran Bendera Tauhid :

Kepolisian yang melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara ( TKP ) meminta beberapa keterangan dari saksi. Yakni sejumlah ormas diantaranya MUI, PCNU, dan juga anggota Banser untuk mendapatkan klarifikasi masalah tersebut.

Hingga ( 23/10/2018 ) Selasa pagi, Terdapat 3 orang yang telah diamankan oleh kepolisian karena menjadi dalang untuk memecah belah bangsa indonesia.

Ketua GP Ansor, Yaqut Cholil Qourmas menuturkan bahwa akan menghukum apabila terbukti anggota Banser yang melakukan pembakaran bendera Tauhid tersebut.

“Kita akan memberikan sanksi jika memang terbukti bersalah. Tergantung tingkat kesalahannya. Kronologi sebenarnya juga masih belum kita dapat.” Ujar Yaqut.

Sementara itu sedang dilakukan pengecekan karena video yang beredar di masyarakat hanya sepotong jadi tidak memberikan klarifikasi yang jelas terkait masalah pembakaran bendera tauhid ini.

Pembakaran Bendera Tauhid

Di lain sisi, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ( MUI ), Zainut Tauhid Saadi meminta kepada masyarakat agar tidak terpancing.

“Tidak perlu terpancing dan dibesar-besarkan karena ini akan menjadi pemicu kesalahpahaman serta memecah belah umat Islam”, kata Zainut.

Zainut juga meminta kepada anggota banser ataupun pihak yang terkait agar tidak gegabah dalam melakukan tindakan yang dapat memancing emosi umat Islam.

Tindakan pembakaran bendera Tauhid ini dapat menimbulkan ketersinggungan kelompok yang dapat memicu konflik internal umat beragama.

Komentar

News Feed