oleh

Penolakan Massa Dari Kedatangan Habib Bahar Bin Smith di Manado

Infoindo.id – Kedatangan Habib Bahar Bin Smith dimanado ternyata tidak berjalan mulus, ratusan massa dari sejumlah ormas adat menolak kedatangannya.

Ternyata Habib Bin Smith tidak hanya seorang diri, ia juga ditemani oleh saudara Ketua FPI di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Massa memadati pintu bandara, bahkan sejumlah orang mengenakan pakaian adat dengan senjata tajam tampak berhadapan dengan barisan polisi yang berjaga.

Polisi menjaga ketat dibagian pintu kedatangan bandara, tidak hanya kepolisian namun ada juga dari pasukan TNI. Namun masih belum ada tindakan dari aparat mengenai pembawaan senjata tajam tersebut.

Massa memaksa kedua sosok yang dituding sebagai bagian dari tokoh gerakan 212 dengan cara menggelar aksi di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Karena dituding sebagai intoleransi serta suka mengumbar kebencian terhadap agama.

Dimana Habib Bahar Bin Smith dan Habib Hanif rencananya akan berkunjung kekampung arab dan menyambangi Masjid Habib Abubakar Bin Smith dalam rangka Haul Akbar ke 7.

Dimana massa berdatangan untuk menyuarakan penolakan terhadap kedua tokoh tersebut yang dituding sebagai orang yang berpaham radikal.

Kegiatan Haul Akbar sendiri telah lama menjadi tradisi dalam memperingati setahun ataupun seberapa lama tokoh agama muslim seperti Kiai, Wali, Sunan Habib yang telah meninggal.

Dari seorang perwakilan ormas, mengatakan pertemuan antara massa, panitia, kepolisian, dan TNI menyepakati akan memulangkan kedua tokoh tersebut.

Perwakilan ormas tersebut menjelaskan bahwa pihaknya tidak melarang acara tabligh akbar. Malah mereka sangat mendukung karena warga Sulut sangat menjunjung toleransi yang ada.

Aksi penolakan dari ormas adat berlangsung menegangkan, dimana sejumlah ormas sempat terlibat adu mulut dengan otoritas Bandara Sam Ratulangi.

Otoritas Bandara meminta agar massa untuk segera meninggalkan bandara. Tidak cukup sampai tersebut masaa kembali menggelar aksi di luar area Bandara.

Massa memantau kendaraan yang keluar dari bandara. Akan tetapi dari sebuah kendaraan yang ada, seorang pria melambaikan tangan.

Ternyata pria tersebut adalah mantan Ketua KPK Antasari Azhar, massa menyambut dengan antusias.

Massa kembali memasuki bandara untuk mecegah kedatangan Habib Bahar Bin Smith

Semakin sore massa yang berdatangan semakin banyak dan juga sekelompok penari kabasaran berdatangan. Dipimpin oleh penari kabasaran, massa kembali memasuki bandara dan aparat keamanan tak sanggup mencegah.

Massa sempat berorasi diteminal bandara, kemudian massa dan pihak kepolisian, TNI, dan bandara melakukan pertemuan tertutup diruang Terminal Care Bandara, dan berlangsung alot.

Dari seorang koordinator aksi Steven Kembuan menyatakan bahwa pihaknya menolak kedatangan dari Habib Bahar Bin Smith dan Hanif karena intoleran.

“Keduanya merupakan pentolan 212 yang suka mengumbarkan kebencian serta penuh intoleransi” ujarnya.

Steven juga menjelaskan bahwa aksi tersebut bukan merupakan penolakan terhadap acara tabligh. Justru mereka mendukung dari acara tersebut. “yang kami tolak itu adalah orang yang intoleransi” ungkapnya.

Karena mereka menuding bahwa kedua Habib tersebut berpotensi merusak kerukunan beragama yang ada diSulut. ” Kami tak bawa sajam, tak miras, juga tak kerahkan semua massa, pesan kami Sulut adalah gudang toleransi tapi tidak pernah menolerir pihak-pihak yang berupaya mengacaukan Sulut” tutup dia.

Komentar

News Feed