oleh

Heboh !! Pro-Kontra Peresmian Jembatan China Terpanjang di Dunia Berada di Atas Laut

Infoindo.id – Kabar terbaru mengenai jembatan China terpanjang yang berada diatas laut terpanjang didunia yang menghubungkan Hong Kong-Zhuhai-Macau. Yang mana pengerjaan proyek dari jembatan ini telah tertunda selama dua tahun dan menelan biaya miliaran dollar dan akhirnya rampung.

Jembatan terpanjang didunia ini resmi dibuka oleh Presiden China Xi Jinping. Pada upacara peresmian ini dihadiri oleh sekitar 700 orang tamu difasilitas izin imigrasi yang ada di Zhuhai.

Dimana jembatan ini akan membuat Hong Kong dan China daratan lebih dekat dalam kegiatan ekonomi dan perdagangan. Hal tersebut disampaikan sendiri oleh Wakil Presiden Tiongkok, Han Zheng.

Dirinya berserta pejabat yang lain, termasuk didalamnya Ketua Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional China He Lifeng beserta Sekretaris partai Guangdong Li Xi menghadiri upacara peresmian tersebut.

Upacara ini digambarkan sendiri sebagai tanda kerjasama yang sukses diantara China daratan, Hong Kong dan Makau, hal ini juga merupakan hasil dari kemajuan teknologi teknik konstruksi dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Tanggapa Pejabat China Mengenai Jembatan Terpanjang

Diambil dari South China Morning Post (23/10/2018), otoritas China mengatakan bahwa jembatan terpanjang didunia ini dapat menahan beberapa rintangan alam. Yang dimaksud seperti Topan Mangkhut dan merupakan simbol perwujudan dari mimpi orang-orang pada tiga lokasi tersebut.

“Wilayah Greater Bay (teluk yang dilewati jembatan terkait) dirancang secara pribadi oleh Presiden Xi jinping. Sebagai bagian strategi penting nasional dalam memberi peluang ekonomi penting bagi Guandong, Hong Kong dan Macau” Ujar Sekretaris partai.

Menurut dari pihak yang bertanggung jawab atas integrasi ekonomi regional yaitu Han Zheng. Jembatan yang memiliki panjang 55 kilometer tersebut dapat memfasilitasi pengembangan “satu negara, dua sistem”. Jembatan ini seperti layaknya dari fungsinya dapat memungkinkan Hong Kong dan Makau memiliki tingkat otonomi tertentu.

Dirinya juga mengatakan bahwa ini adalah kali pertamanya ketiga pihak bekerja sama dalam proyek infrastruktur yang besar.

“Ini membuka ketiga tempat untuk pertukaran lebih besar dalam ekonomi dan perdagangan, dan ini juga meningkatkan daya saing Delta Sungai Pearl”, Ujar Wapres.

Dirinya juga menambahkan bahwa jembatan tersebut dirancang akan membantu Hong Kong dan Macau diintegrasikan dengan China daratan.

Didalam pidato yang berdurasi lima menit, Chirf Executive Hong Kong ( Carrie Lam ) yang berdiri berdampingan dengan Presiden Xi. Dirinya mengakui peringatan 40 tahun transformasi sosial ekonomi China, dimana Hong Kong memiliki peranan besar sebagai titik transit internasional.

Carrie juga mengatakan bahwa jembatan tersebut telah memberikan landasan yang baik dalam pengembangan “Greater Bay. Dimana sebagai pusat ekonomi dengan yang digerakkan oleh Hong Kong, Makau dan sembilan kota yang ada di China daratan bertujuan untuk menyaingi Lembah Silikon California.

“Saya berharap Wilayah Greater Bay akan segera mendapatkan kekuatan nasional dan menjadi kawasan teluk kelas satu yang kompetitif di tingkat global” pungkasnya.

Proyek Darah dan Keringat

Dari berbagai media mengatakan Carrie sendiri kerap menyinggung mengenai isu “Lantau Tomorrow Vision”. Hal tersebut merupakan sebuah proyek reklamasi yang memicu pro dan kontra, sebab dituding bahwa dibangun tidak secara berkelanjutan sehingga dapat mengancam kelestarian alam.

Dengan adanya jembatan baru dan Bandara Internasional Hong Kong yang berada didekatnya, menurut Carrie sendiri, Pulau Lantau akan menjadi “gerbang ganda” bagi duni internasional ke kawasan Greater Bay dan sebaliknya.

Jembatan terpanjang didunia ini sendiri menghubungkan tiga kota sekaligus yang perkiraan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan satu sama lain. Dimana kontruksi dari jembatan ini dimulai tahun 2009 dan direncanakan dibuka pada tahun 2016.

Bagi para kritikus menyebut jembatan tersebut sebagai “gajah putih” dan “proyek darah dan keringat”.

Seperti diberitakan pada media China bahwa beberapa kejadian selama proyek ini berlangsung diantaranya terdapat 10 pekerja tewas dan lebih dari 600 orang terluka.

Hal lain yang muncul pada awal tahun ini, ketika para pejabat negara menurunkan perkiraan jumlah lalu lintas yang dapat menyebrangi jembatan ini.

Dalam studi pada 2008, sebanyak 33.100 unit kendaraan dan 171.800 penumpang diperkirakan menyebrangi jembatan tersebut setiap harinya ditahun 2030.

Akan tetapi perkiraan tersebut diturunkan menjadi 29.100 kendaraan dan 126.000 penumpang dalam studi tahun 2016. Jadi perkiraan tersebut turun 12 persen dan 26 persen.

Komentar

News Feed