oleh

Sadis !! Pembunuhan Satu Keluarga Terjadi di Tanjung Morawa

Pembunuhan satu keluarga yang terjadi di Tanjung Morawa oleh pelaku berjumlah empat orang. Seluruh pelaku akhirnya tertangkap setelah seminggu mayat Muhajir sekeluarga ditemukan.

Agus Hariyadi salah seorang tersangka dan juga merupakan otak dari pembunuhan satu keluarga ini, terpaksa harus ditembak karena berupaya melakukan perlawanan kepada petugas saat hendak ditangkap.

Seluruh korban satu keluarga ini merupakan tetangga Agus. Korban terdiri dari Muhajir, Suniati istrinya, dan juga anaknya yang masih berusia 12 tahun yaitu Solihin.

Awalnya pembunuhan ini dilakukan oleh tiga orang. Kemudian berkembang menjadi empat orang. Satu orang tambahan berperan menghilangkan barang bukti pembunuhan tersebut.

Tiga pelaku utama dan juga tesangka pembunuhan adalah Agus, Rio Suryaningrat dan Dian Syahputra.

Sedangkan tersangka yang berperan menghilangkan atau menyembunyikan barang bukti seperti sangkur dan senjata api rakitan bernama Yayan.

Kapolda meminta kepada Rio Suryaningrat salah seorang pelaku, untuk memberikan keterangan kepada awak media dan juga wartawan.

Saat terjadi wawancara kepada Rio, dihadapan Kapolda dan wartawan Rio langsung menangis dan menyesali perbuatannya atas pembunuhan yang kelompoknya lakukan terhadap keluarga Muhajir.

Semoga amal ibadah mereka diterima di sisi-Nya,” ucap Rio sambil menangis.

Terpancar dari raut wajahnya, Rio seolah-olah sangat menyesali (sampai terisak-isak) perbuatannya ikut serta dalam pembunuhan satu keluarga Muhajir.

Bukannya merasa kasihan terhadap tangisan Rio, beberapa awak media malah kesal dan menyelutuk karena menganggap tangisan Rio itu hanyalah sandiwara.

“Jangan mudah percaya. Begitu dapat (ditangkap) langsung menyesal. Saat membunuh mana hati nurani Anda? ” ucap salah seorang wartawan.

Kronologi Pembunuhan

Awalnya Agus datang ke rumah Muhajir dengan alasan minjam duit.

Jadi awalnya itu yang datang si Agus Hariyadi dia mengetuk pintu rumah Muhajir sekitar jam sebelas malam gitu untuk minjam duit.” ucap Rio.

Saat Muhajir mau masuk ke dalam dan mengambil duit, Agus langsung memukul kepala bagian belakang Muhajir pakai gagang pistol rakitan.

Kemudian, saya datang dan masuk ke rumah Muhajir, saya langsung mengikat tangannya ke belakang dan menutup mulutnya dengan lakban.

Dua hari sebelum membunuh korban sekeluarga, Agus mendatangi dan bercerita tentang istri Muhajir, Suniati. Suniati sering mengejeknya dengan sebutan ‘Pasukan Gajah’.

Agus kemudian meminta bantuan Rio dan Dian Syahputra untuk menghabisi nyawa Muhajir.

Saya mau aja, karena dia teman saya. Lagian mereka sudah mengejek kami. ” jawab Rio yang kakinya pincang karena ditembak polisi.

Rio Suryaningrat pelaku pembunuhan yang kakinya ditembak petugas karena melakukan perlawanan
Rio Suryaningrat pelaku pembunuhan yang kakinya ditembak petugas karena melakukan perlawanan

Ditambah Rio juga ikut sakit hati dengan ejekan itu karena mereka disebut pasukan gajah.

Jadi Jumat (7/10/2018) kami mengatur rencana untuk pembunuhan Muhajir sekeluarga.” imbuh Rio.

Rio dan Dian berperan mengikat dan membuat para korban takut.

Kemudian mereka membunuh korban dan membawanya ke jembatan di Wilayah Kecamatan Telun Kenas dan  langsung membuangnya ke Sungai Belumai, Tanjung Morawa.

Komentar

News Feed