oleh

KPK Membuka Kesempatan Berkerja Dalam Strategi Mencegah Korupsi

Infoindo.id – Bagi anda yang memiliki semangat dalam membasmi Korupisi, kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK membuka lowonan pekerja.

Posisi yang dibuka yakni tenaga ahli untuk Sekretariat Nasional Stranas Pencegahan Korupsi.

Ada delapan tenaga ahli yang dicari dan diharapkan sudah bisa mulai bekerja pada awal 2019.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah melalui keterangan tertulis mengatakan “Sekitar 8 orang tenaga ahli ini dibutuhkan untuk memperkuat implementasi rencana aksi yang sebelumnya disusun di Sekretariat Nasional Stranas PK,”.

Diutamakan Memiliki pengalaman dalam hal pemberantasan Korupsi

kebijakan ini dijadikan acuan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam melaksanakan aksi pencegahan korupsi di Indonesia.

Kebijakan itu kemudian dibuat KPK bersama-sama dengan beberapa institusi yaitu KSP, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas dan Kemenpan RB.

Tim itu resmi bekerja usai Presiden Joko “Jokowi” Widodo meneken Perpres nomor 54 tahun 2018. Wakil Ketua KPK, Laode M.

Syarif sempat memuji stranas sebagai suatu terobosan untuk memperkuat upaya pencegahan korupsi.

“Selain itu, strategi ini juga bisa mengerek Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia.

“Tenaga ahli itu juga akan melakukan monitoring evaluation terhadap implementasi rencana aksi yang sudah disepakati,” ,” ujar Syarif.

Akan Dikontrak selama 1 tahun dan minimal usia 35 tahun

Berdasarkan informasi di situs resmi Stranas PK, salah satu kualifikasi yang digaris bawahi adalah usianya minimal 35 tahun dan memiliki pendidikan minimal S1. Namun, yang mengantongi program Master (S2) akan lebih diutamakan.

Salah satu alasan mengapa usia minimal 35 tahun yakni pengalaman kerja yang dibutuhkan minimal 10 tahun pada bidang aksi stranas PK.

Artinya, individu tersebut sudah pernah bekerja dengan instansi pemerintah dan stakeholder lainnya.

Surat lamaran paling labatn31 Desember 2018, surat lamaran kalian harus dilampirkan riwayat hidup dalam format standar.

Menurut informasi dari KPK, apabila sudah terpilih, maka 8 tenaga ahli itu akan mulai bekerja di awal tahun 2019.

Akan tetapi, Komisi Pemberantasan Korupsi tidak disebut secara spesifik kapan pekerjaan itu dimulai.

Komentar

News Feed