oleh

Mengenal lebih jauh mengenai Suku Uighur, Tiongkok

infoinfo.id – Salah satu suku yang cukup menarik untuk dibahas kali ini adalah Suku Uighur.

Walaupun keberadaan mengenai suku ini masih belum jelas, tapi ada satu fakta yang mengejutkan yaitu wanita di suku ini memiliki paras cantik jelita.

Suku Uighur tinggal di Xianjing wilayah Tiongkok paling utara.

Meskipun mereka tinggal di Tiongkok dan memiliki KTP sebagai warga Tiongkok, tapi budaya mereka berbeda dengan Tiongkok.

Mereka juga tidak memiliki karakter seperti orang Tiongkok pada umumnya.

Salah satu alasan kenapa budaya suku ini berbeda dengan Tiongkok, karena mayoritas penduduknya menganut agama Islam.

Rata-rata wanita suku ini memiliki wajah khas Timur Tengah dan Eropa dengan Warna mata kehijauan dan sebagian lagi memiliki rambut pirang.

Sebenernya Suku Uighur keturunan Turki yang tinggal di asia tengah.

Menurut sejarah etnis Uighur mengatakan kalau daerah itu adalah Uighuristan atau Turkestan Timur.

Lebih dari 2.000 tahun, bangsa Uighur yang merdeka tinggal disana.

Tapi Tiongkok malah mengklaim wilayah itu sebagai warisan sejarahnya, sehingga tidak bisa dipisahkan dari Tiongkok.

Orang Uighur percaya, klaim Tiongkok tidak mendasar dan sengaja menginterpretasikan sejarah dengan salah, agar wilayah Tiongkok makin luas.

Mayoritas Penganut Agama Islam

Menurut sejarah, sebelum masuknya Islam, Uighur menganut agama Shamanian, Budha dan Manicheism.

Dapat dilihat dari candi yang dikenal sebagai Ming Oy (Seribu Budha) di Ughuristan.

Orang-orang Uighur telah masuk Islam sejak 934 Masehi, pada masa pemerintahan Satuk Bughra Khan, pengusaha Kharanid.

Kala itu, ada 300 masjid megah didirikan di kota Kashgar. Islam kemudian berkembangan dan menjadi satu-satunya agama orang Uighur di Uighuristan.

Abad ke-15 kota ini telah memiliki perpustakaan dengan koleksi 200.000 buku, dan telah mengenal pertanian semiintensif sejak 200 SM.

Hingga abad ke-7 pertanian mereka pun semakin berkembang dengan menaman gandum, jagung, kacang, kentang, anggur, melon dan kapas.

Mereka juga mengembangkan sistem irigasi (kariz) kuno, masih dapat diliat di kota Turfan.

Dapat dikatakan, kebudayaan Uighur sangat mendominasi Asia Tengah sepanjang 1.000 tahun sebelum bangsa ini ditaklukkan penguasa Manchu yang memerintah di Tiongkok.

Komentar

News Feed