oleh

Tebas Kepala Teman Ngopi Hanya Karena Candaan

Infoindo.id – Seorang pria tebas kepala teman ngopi hanya karena candaan. Bermula dari bercandaan di sebuah warung kopi.

Seorang pria Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, tega mentebas kepala temannya sendiri hingga tak sadarkan diri, Selasa (1/1).

Pelaku bernama Parsilan (48) ini sungguh tega membacok Muji (55) warga Desa Kembangbilo yang tak lain adalah temannya sendiri, pada bagian kepala dan dadanya.

Diketahui pelaku tersinggung dan tak terima dengan candaan korban saat di warung kopi, Dusun Lidan, Desa Kembangbilo.

Sebelum peristiwa pembacokan ini terjadi, pelaku sempat memukul pengunjung warung kopi lain yang bernama Sumari.

Pelaku memukulnya dengen gelas kaca tepat pada bagian kepalanya sehingga kepala korban berdarah.

Saat itu korban Muji melerai dan meminta keduanya berdamai agar kasus ini tidak diperpanjang lagi.

Setelah itu pelaku pulang ke rumah dan kembali ke warung membawa sebilah sabit lalu membacok korban Muji dibagian kepala dan dada.

Akibat itu korban mengalami luka yang cukup serius karena sabetan sabit.

KOrban langsung dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Dr Koesma Tuban.

Berdasarkan sejumlah saksi, pelaku bersedia membayar biaya pengobatan korban.

Kapolsek Tuban AKP Subagyo menjelaskan, Muji merupakan korban salah sasaran amuk pelaku.

Muji adalah orang yang melerai pelaku saat bertikai dengan Sumari.

Tebas Kepala Teman Ngopi

Saat kembali ke warung kopi, pelaku yang emosi saat itu mendapati Muji.

Tanpa pikir panjang langsung membacok secara membabi buta yang menyebabkan korban tak sadarkan diri di rumah sakit.

Usai menebas korban, saat itu pelaku langsung pulang ke rumahnya, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban.

Sekitar pukul 18.30 WIB, sejumlah pihak kepolisian dan petugas Babhinkamtibmas yang dibantu aparat desa setempat menyambangi kediaman pelaku dan mengamankannya.

Pelaku tidak berkutik atau melakukan perlawanan saat didatangi sejumlah petugas.

“Korban langsung kita bawa ke mapolsek Tuban kota dan kita periksa secara intensif lalu mengamankan barang bukti berupa sebilah sabit,” jelas Subagyo.

Atas ulah perbuatan yang dilakukan pelaku. Polisi menjerat tersangka pembacokan dengan Pasal 351 Ayat 2.

Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan ancaman hukuman 7 tahun di penjara dan langsung dilakukan penahanan.

Sedangkan untuk korban masih belum dapat dimintai keterangan dikarenakan belum sadarkan diri di rumah sakit umum di Tuban.

“Korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Koesma, karena mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala dan dada,” katanya.

Komentar

News Feed