oleh

Teguran Bagi Penyebar Hoax dan Fitnah, Jokowi Meminta Untuk Hati – Hati

Infoindo.id – Berita hoax dan fitnah kini menjadi tren di indonesia dan menjadi perhatian serius bagi jokowi.

Sebelumnya jokowi mengatakan akan mencari dan menabok orang yang menyebarkan hoax dan fitnah kepada dirinya.

Kali ini jokowi memberikan peringatan keras agar tidak ada lagi yang menebar berita palsu.

“Jadi hati-hati memfitnah, membuat hoax, hati-hati,” kata jokowi pada awak media saat di tanyakan prihal berita palsu dan fitnah.

Jokowi difitnah sebagai Partai Komunis Indonesia (PKI)

Dalam beberapa kesempatan, presiden jokowi menjelaskan bahwa dirinya difitnah.

Fitnahan melalui gambar pidato tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Gambar tersebut menampilakn jokowi sedang berdiri di mimbar tempat DN Aidit berpidato. Padahal Jokowi saat itu masih balita.

Hukuman bagi penyebar hoax dan fitnah

Jokowi mengingatkan ada proses hukum bagi pihak yang menyebarkan fitnah dan kabar bohong.

Dia pun menyinggung kembali ucapan sebelumnya yang akan mencari dan menabok para penyebar fitnah.

“Itu yang namanya menabok ya itu. Menabok dengan proses hukum,” ujar Jokowi menanggapi tertangkapnya terduga penyebar gambar-gambar hoax.

Pada tanggal 15 oktober 2018 yang lalu, Bareskrim menangkap salah satu penebar hoax.

Pemilik akun media sosial Instagram @sr23_official yang bernama bernama Jundi, di ketahui ia menyebarkan hoax serta hatespeech terkait Presiden Jokowi.

Salah satunya hoaxnya tentang jokowi sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Dan sudah beberapa kali juga ia menyebarkan berita palsu tentang jokowi pengikuti PKI.

Presiden menghimbau tetap menjaga persatuan kita

Joko Widodo menghimbau selalu menjaga persatuan, persaudaraan dan kerukunan yang sudah kita bangun bersama.

Jangan sampai karena berbeda pilihan politik, masyarakat tidak saling bertegur sapa.

“Jangan sampai, karena pilihan bupati, pilgub, pilpres, antar kampung engga saling sapa.

Di majlis taklim tidak saling sapa, antar teman tidak saling sapa. Ini pesta demokrasi setiap lima tahun, pasti ada.

Jadi jangan sampai terjadi hal-hal seperti ini karena pengaruh politik dan sosmed,” ucapnya

Jokowi menegaskan, rugi besar kalau sampai tidak saling sapa. “Enggak usah saling hina ini saudara kok.

Saya kadang sedih kalau sudah masuk tahun politik isinya fitnah, kabar bohong, saling hujat,” ujarnya

Komentar

News Feed