oleh

Tak Ingin Dicerai Istri, Fransiskus Tembak Istri dan Anaknya

Fransiskus Ong (47), korban yang diduga membunuh dengan cara menembak mati keluarganya dengan alasan tidak setuju digugat cerai oleh istrinya. Kini penyebab kematian sekeluarga itu telah menemui titik terang.

Irjen Zulkarnain Adinegara, Kapolda Sumsel, mengatakan dugaan itu berdasarkan percakapan dari WhatsApp dan juga keterangan keluarga. Ada juga kesaksian dari asisten rumah tangga dan juga sopir pribadinya.

Dugaan sementara adanya masalah keluarga, ada pesan dari percakapan WhatsApp. Kemungkinan istrinya minta diceraikan tapi suaminya menolak, kira-kira begitu, “ucap Zulkarnain.

Takut hal itu terjadi karena masih sayang istri dan juga anaknya, Fransiskus mengakhiri nyawa istri dan kedua anaknya, termasuk dua ekor anjing peliharaannya.

Setelah keluarganya meninggal dunia , ia pun bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri.

Ya korban tidak rela dan tidak mau diceraikan istrinya karena masih sayang keluarga, sehinga dia mengambil keputusan sendiri.

Dia membunuh satu keluarga dan kemudian menembak dirinya sendiri, kira-kira begitu, ” lanjut Zulkarnain.

Berdasarkan kesaksian pembantu dan sopirnya, terdapat keanehan yang ditemukan polisi dari sikap korban sebelum mengeksekusi.

Korban memberikan sejumlah uang dan juga perhiasan kepada pegawainya, itu yang merupakan diliuar kebiasaan.

Sore sebelum peristiwa terjadi korban berbuat baik, dia memberikan cincin dan uang dua juta rupiah kepada pembantunya. ” ucapnya.

Dugaan itu setelah penyidik menemukan dua carik kertas di meja komputer yang berada di kamar tidur Fransiskus.

Isi Surat

Surat pertama “Aku sangat sudah lelah.. Maafkan aku

Surat kedua  “Aku sangat sayang anak & istriku… Choky & Snowy. Aku tidak sanggup meninggalkan mereka di dunia ini….”

Choky dan Snowy merupakan nama kedua anjing peliharaannya yang juga ditemukan tewas.

Selain itu, Fransiskus sempat mengirimkan ucapan permintaan maaf ke grup WhatsApp yang dikirim pada Rabu (24/10) pukul 02.48.

“Maafkan aku…. Teman-teman….
Kenanglah kebaikanku saja.
Jangan membicarakan kejelekanku….
Jalan kalian masih panjang.”

Isi Percakapan di WhatsApp
Isi Percakapan di WhatsApp

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Budi Suryanto mengungkapkan, hingga kini kertas yang berisi tulisan tersebut telah di tangan penyidik guna diperiksa lebih lanjut.

Diduga tulisan surat tersebut tulisan tangan Fransiskus.

Selain surat, pihaknya akan menyerahkan barang bukti senjata api ke laboratorium untuk uji balistik.

Senjata Api Fransiskus
Senjata Api Fransiskus yang diduga untuk membunuh korban

Warga sekitar dan juga tetangga geger karena sekeluarga dalam rumah meninggal dengan luka tembakan di kepala.

Semua mayat korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk keperluan visum.

Korban berjumlah empat orang, terdiri dari Fransiskus Xaverius Ong (47), istrinya Margareth Yentin Liana (45),  Raffael Fransiskus (18) dan juga Kathlyn Fransiskus (11).

keluarga Fransikus
keluarga Fransikus

Komentar

News Feed