oleh

Terungkap Sudah, Misteri di Balik Manusia Salju “Yeti”

Infoindo.id – Yeti adalah manusia salju yang misterinya belum terungkap selama bertahun – tahum. Namun makhluk Legenda gunung himalaya ini menjadi sorotan saat ini.

Pasalnya temuan yang di anggap sisa dari yeti ini teryata palsu. Ada delapan yang di kumpulkan yang terdiri dari tulang, rambut, gigi, dan ternyata itu hanya tulang beruang dan anjing.

Semua sisa-sisa yang dikumpulkan dari Himalaya dan dataran tinggi Tibet itu diklaim sebagai bukti keberadaan si manusia salju Yeti.

Hasil tes DNA membuktikan bahwa sisa-sisa tersebut tidak ada hubungannya dengan makhluk mirip manusia berbulu yang tinggal di daerah terpencil di Nepal dan Tibet tersebut.

Kisah Penampakan Manusia Salju

Kisah penampakan manusia salju ini pun sudah ada selama berabad-abad di pegunungan tinggi di Asia.

Menurut pengakuan orang-orang yang melihat penampakannya, Yeti digambarkan sebagai makhluk putih berbulu seperti kera dan jika berdiri,

tingginya melebihi manusia. Bayangan itu makin dibuat nyata dengan potret yang diambil seorang pendaki gunung dari Inggris, Eric Shipton, pada 1951.

Sekembalinya dari ekspedisi Gunung Everest, Shipton membawa bukti foto jejak kaki raksasa yang tercetak di salju.

Manusia Salju Yeti

Menurut Beberapa Penelitian

sangat menarik menemukan bahwa sampel yang diklaim sebagai Yeti bukanlah mahluk beruang hibrida yang aneh, tapi ternyata hanya beruang coklat dan hitam lokal.

Ilmu pengetahuan modren pada umumnya dapat meanalisi genetika dan dapat menyelesaikan sebuah misteri ini.

Namun pada akhirnya penelitan ini tidak menemunkan hasil yang memuaskan, karena simpel yang di temukan bukanlah dari bagian dari manusia salju Yeti.

Setidaknya penelitian yang berlansung ini menemukan kebenaran tentang beruang asia.

Bahwa beruang yang ada di himalaya in berkeluarga denagn beruang yang ada di amerika, akan tetapi mereka memisakan diri sekitar 650 ribu tahun yang lalu selama zaman es.

Mungkin puncak gunung Himalaya yang tinggi membuat populasi ini terpisah dan terisolasi dari populasi beruang coklat lainnya.

Menciptakan keturuan beruang yang berbeda secara evolusioner, riset mendatang mengenai genetika beruang dapat memberikan wawasan lebih lanjut mengenai populasi beruang yang terisolasi dan langka ini, dan dapat membantu strategi pengelolaan konservasi.

Komentar