oleh

3 Kecelakaan Paling Bersejarah di Dunia Penerbangan

Infoindo.id – Banyak orang berpikir tentang apa yang menjadi pemicu terjadinya kecelakaan pesawat, meski sistem penerbangan udara itu memiliki aturan cukup rumit dan ketat dalam operasionalnya.

Serta dinyatakan sebagai transportasi paling aman yang bisa digunakan orang-orang.

Menurut data yang dikeluarkan, tahun 2017 merupakan salah satu tahun teraman sepanjang sejarah Penerbangan, dengan hanya 51 kecelakaan pesawat dan 282 korban jiwa.

Dari ke-51 insiden nahas tersebut, ada setidaknya 3 maskapai yang diklaim mengalami kecelakaan terfatal.

Otoritas berwenang setempat pun berhasil menguak hal yang menjadi penyebab kecelakaan pesawat itu.

Berikut kisah bersejarah paling mengerikan tidak dapat di lupankan.

5 Kisah Kecelakanan Pesawat yang Bersejarah

 

1. Japan Airlines 123 – Jepang (1985)

Japan-Airlines-Penerbangan-123

Kecelakaan pesawat terbesar dalam sejarah adalah jatuhnya pesawat Boeing 747 milik Japan Airlines, dengan nomor penerbangan 123, di Gunung Takamagahara, di Jepang tengah.

Dari 524 orang yang berada di dalamnya, hanya 4 yang lolos dari maut, meski mengalami cedera serius, 509 penumpang dan 15 awak meninggal.

Pasalnya pesawat yang di komandoi oleh kapten Masami Takahama dan Kopilot Yutaka Sasaki itu.

Lepas landas dari Bandara Haneda pada pukul 18.12 waktu setempat, 12 menit lebih dari jadwal yang ditentukan.

Tiba-tiba bagian penyekat buritan belakang pesawat pecah, sehingga menimbulkan ledakan yang merobek ekor pesawat.

Dan akhirnya menabrak gunung, di masa pesawat masih dalam keaadan melayang banyak korban yang menuliskan surat terakhir mereka.

2. Musibah Bandara Tenerife – Spanyol (1977)

Pesawat-Pan-AM

Kengerian kecelakaan itu telah terungkap, tetapi hal yang membuatnya sangat tak terlupakan adalah serangkaian ironi dan ketidaksengajaan yang mengejutkan.

Kecelakaan yang kini dikenang sebagai Musibah Bandara Tenerife itu terjadi di Tenerife North Airport, Kepulauan Canary, Spanyol, pada 40 tahun yang lalu.

Pesawat yang terlibat kecelakaan yakni antara Pan Am, Amerika dengan nomor penerbangan 1736 di bawah kendali Kapten Victor Grubbs dan

KLM, Belanda  dengan nomor penerbangan 4805 di bawah kendali Kapten Jacob Veldhuyzen van Zanten.

Kedua kapal terbang ini bertubrukan di landasan pacu yang kala itu kondisinya berkabut.

Seluruh penumpang dan kru pesawat KLM, tewas. Masing-masing 234 orang dan 14 awak. Sedangkan untuk Pan Am, 9 dari 16 awak dan 265 dari 317 penumpang, dinyatakan meninggal.

Total keseluruhan korban jiwa adalah 583 orang.

3. Turkish Airlines 981 – Prancis (1974)

Turkish-Airlines

Sebanyak 335 penumpang dan 11 awak meninggal akibat insiden nahas tersebut.

Si burung besi jatuh di Hutan Ermenonville yang berada di Fontaine-Chaalis, Oise, sebelah utara Paris, Prancis.

Turkish 981 terbang dari Istanbul, Turki pada pagi hari dan mendarat untuk melakukan transit di Bandara Internasional Orly, Prancis pukul 11.00 waktu setempat.

Setelah beberapa menit lepas landas, pintu kargi bagian kiri belakang meledak.

mengakibatkan pesawat sulit di kendalaikan dan terjatuh ke pepohonan yang ada di Hutan Ermenonville.

Pesawat menghatam tanah dengan kecepatan sekitar 430 knot yang membuat pesawat hancur lebur berkeping-keping, termasuk tubuh seluruh penumpang dan awak.

Komentar

News Feed