oleh

Seorang Istri Yang Menjaga Kehormatan Suaminya

Infoindo.id – Ada sebuah kisah, di desa terpencil yang sangat jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Seorang istri yang begitu mencintai dan menjaga kehormatan suaminya.

Ketika seorang suami menangis dan menjumpai seorang sahabatnya.

Sahabatnya itu pun kebingungan dan bertanya, “Kenapa kau menangis tersedu-sedu seperti ini?”
Apa yang membuatmu sampai seperti ini?

Sang suami menjawab, “Istriku saat ini sedang sakit demam”

Sahabatnya kembali bertanya lagi, “Sebegitu cintanyakah kau?.
Sehingga istrimu sakit demam saja kau sampai menangis sangat dalam seperti ini?

Sang suami menjawab, “Kau tahu siapa istriku?”.

Alkisah

Lalu sang suami menceritakan pada sahabatnya.
Aku ini orang yang miskin, tidak punya pekerjaan yang tetap dan setiap hari keluargaku hanya makan dengan kacang. itu pun jika aku pulang ke rumah kami.

Jika aku tak pulang karena belum mendapat apa-apa untuk dimakan,  paling istriku hanya minum air saja atau berpuasa.

Suatu hari ketika keluarga mertuaku datang ke rumah kami, mereka mengundang kami untuk berkunjung ke rumahnya, kebetulan istriku berasal dari keluarga yang sangat kaya.

Saat aku duduk berkumpul bersama keluarga mertuaku dan keluarga yang lain di meja makan dengan hidangan yang enak dan mewah.

Aku tidak melihat istriku makan bersama dengan kami semua. Lalu aku bertanya kepada ibu mertuaku,

“Dimanakah istriku Ibu?”. Ibu mertuaku menjawab, “Istrimu sedang di dapur, dia mencari kacang…..Katanya dia sudah bosan dengan hidangan lauk dan daging yang enak dan lezat.

Sehingga dia sangat ingin makan kacang.
Ketika mendengar itu ayah mertuaku langsung memelukku sambil berkata,…
“Terima kasih menantuku kau telah mencukupi nafkah anakku dengan baik, sampai-sampai dia bosan makan daging dan malah ingin mencoba makan kacang.”

Saat itu dadaku terasa sesak dan menusuk-nusuk menahan tangis.

Lalu saat pulang ke rumah kami, aku tak bisa lagi menahan tangis.
Tangisku pun lepas dan sambil ku peluk erat istriku …

“Betapa engkau sangat menjaga kehormatanku di hadapan orang lain wahai istriku walau pun itu orang tuamu sendiri.

Sebelum menikah denganku, apapun yang hendak kau mau dan makan tidaklah susah bagimu.
Sedangkan aku tahu setiap hari kau hidup kekurangan disini bersamaku, bahkan sampai tidak makan sama sekali.”

Istriku hanya menjawab, “Aku berkewajiban menjaga kehormatanmu, Karena istri adalah pakaian suami dan suami adalah pakaian istri.
Karena itu istri adalah kehormatan suaminya, begitu pun juga sebaliknya suami adalah kehormatan bagi isterinya”.

Komentar

News Feed