oleh

Menurut Studi : Ternyata Vape Lebih Berbahaya dari Rokok Biasa

Infoindo.id – Banyak sekali orang yang beranggapan bahwa Rokok lebih berbahaya daripada rokok elektrik ( Vape ). Ternyata hal tersebut dibantah dan telah diungkap dalam sebuah penelitan terbaru. Bahwa Vape lebih buruk dibandingkan dengan rokok biasa.

Seperti yang dilansir New York Post, Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh professor asal Yunani mengungkapkan bahwa dalam perasa rokok elektrik atau vape ini dapat mengakibatkan peradangan pada paru paru.

Vape dapat berbahaya dalam jangka pendek saja sesuai dengan experimen yang dilakukan pada tikus menyebabkan radang paru paru yang mirip atau bahkan lebih buruk.

Rokok konvensional yang dikatakan lebih berbahaya dibandingkan dengan vape ternyata salah.

Namun rokok tetap lah berbahaya bagi kesehatan terutama paru paru,

Peneliti Melakukan Percobaan Vape Pada Tikus :

Peneliti dr Constantinos Glynos mengatakan, “Efek merugikan yang diamati pada percobaan dengan memaparkan uang rokok elektrik pada tikus sangat berbahaya karena menyebabkan paru paru meradang.

Ini perlu diamati dan diselidiki lebih lanjut tentang keamanan dan toksisitas dari perangkat yang berkembang.

Dalam hasil penelitian yang dilakukan Amaerican Journal of Physiology menerbitkan baik rokok elektrik tidak baik untuk kesehatan. Dalam jangka pendek maupun jangka panjang yang tidak diketahui.

Memicu Terjadinya Inflamasi

Rokok elektrik yang diklaim memiliki jumlah nikoton yang lebih sedikit dan kurang berbahaya bagi kesehatan atau yang merupakan alat bantu berhenti merokok.

Ternyata memiliki efek samping yang mengakibatkan terjadinya inflamasi dan mempengaruhi sistem pernafasan.

Eksperimen yang dilakukan adalah dengan mengambil sampel paru paru orang sehat yang tidak merokok.

Kemudian memaparkannya dengan cairan dari rokok elektrik, uap terkondensasi dan tanpa uap selama 24 jam.

Hasil nya cukup mengejutkan, yakni paparan terhadap uap meningkatkan kematian sel dan produksi bahan kimia penyebab inflamasi.

Komentar

News Feed