oleh

Daftar Pemain Bulutangkis yang Paling Bersinar Sepanjang 2018

Infoindo.id – Para pemain bulutangkis terbaik tinggal menjalani turnamen penutup tahun, yaitu BWF World Tour Finals 2018.

Yang mana rangkaian BWF World Tour 2018 sebentar lagi akan berakhir.

Indonesia akan mengirim enam wakil pada kejuaraan akhir tahun tersebut, yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Anthony Sinisuka Ginting, Tommy Sugiarto, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Sayang, tidak semua pemain terbaik bisa tampil di turnamen tersebut.

Yuki Fukushima/Sayaka Hirota,yang berstatus ganda putri nomor satu dunia, gagal lolos karena setiap negara hanya boleh meloloskan dua wakil di masing-masing sektor.

Walaupun demikian, prestasi Fukushima/Hirota pada tahun ini tak perlu diragukan lagi.

Mereka termasuk satu dari lima pemain paling bersinar sepanjang 2018.

Lima pemain bulutangkis yang paling bersinar sepanjang 2018 seperti dilansir Sportkeeda:

Kento Momota

Pebulutangkis asal Jepang ini menempati ranking pertama dunia sektor tunggal putra.

Prestasi ini pasti sangat mengejutkan sebab 2016 dia diskorsing Federasi Bulutangkis Jepang karena diketahui terlibat perjudian ilegal.

Insiden itu menimpa Momota saat sedang bertengger di peringkat dua dunia dan diunggulkan meraih medali emas Olimpiade 2016.

Hukuman itu momentum bagi Momota. Tetapi, dia tetap rajin berlatih setiap harim, dan kembali pada Juni 2017

Pada awal 2018 Momota menduduki ranking 48. Namun, setelahnya dia tampil konsisten dan gemilang.

Beberapa gelar yang di raihnya yaitu Juara Dunia 2018, Vietnam International Challenge, Kejuaraan Asia, Indonesia Open, Jepang Terbuka, Denmark Terbuka, dan Fuzhou China Terbuka.

Momota menduduki posisi kedua, di belakang Chou Tien Chen (Chinese Taipei), pada ranking terakhir Race to Guangzhou. Alhasil, Momota akan menempati unggulan kedua pada BWF World Tour Finals 2018.

Tai Tzu Ying

 

Berbeda dengan Momota yang dominan di sektor tunggal putra.

Kini Tai Tzu Ying sangat perkasa dan tak terbendung di nomor tunggal putri. Dia sukses meraih delapan gelar sepanjang musim ini.

Detailnya, juara Indonesia Masters, All England, Kejuaraan Asia, Malaysia Terbuka, Indonesia Open, Asian Games 2018, China Terbuka, dan Denmark Terbuka.

Pemain asal Chinese Taipei tersebut juga sempat menorehkan rekor menang beruntun hampir selama tujuh bulan.

Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon

 

Ganda putra terbaik Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon benar-benar mendominasi sektor ganda putra pada 2018. Laju Minions pun tak terbendung.

Bagaimana tidak sepanjang 2018, Minios mampu mengoleksi sembilan, delapan di antaranya di ajang World Tour.

Selain itu, Kevin/Marcus juga meraih gelar di ajang Indonesia Masters 2018, India Terbuka 2018, All England 2018, Indonesia Open 2018, Asian Games 2018, Jepang Terbuka 2018, Denmark Terbuka 2018, Fuzhou China Terbuka 2018, dan Hong Kong Terbuka.

Pencapaian fantastis sepanjang 2018 ini membuat Kevin/Marcus tak tergoyahkan di posisi satu dunia sektor ganda putra.

Zheng Siwei / Huang Yaqiong

Dominasi pebulutangkis China di berbagai sektor mulai terkikis, kecuali di ganda campuran.

Pada sektor ini, China masih konsisten menjaga dominasi melalui Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Ganda China tersebut berhasil memenangi sembilan titel pada tahun ini, yaitu Fuzhou China Terbuka, Prancis Terbuka, Denmark Terbuka, China Terbuka, Jepang Terbuka, Asian Games, Kejuaraan Dunia, Malaysia Terbuka, dan Indonesia Masters.

Mereka menempati peringkat satu pada BWF World Tour Finals 2018.

Yuki Fukushima / Sayaka Hirota

Jepang benar-benar berjaya di sektor ganda putri, dengan memposisikan lima pasangan di peringkat 10 besar. Tiga diantaranya masuk dalam jajaran lima besar.

Seluruh turnamen utama, termasuk Kejuaraan Dunia dan All England, mampu diraih ganda putri Jepang.

Jika harus memilih yang tampil paling fantastis, maka Yuki Fukushima/Sayaka Hirota yang layak terpilih.

Mereka masuk final tujuh kali dan memenangi lima gelar di antaranya.

Ganda peringkat satu dunia itu finis sebagai runner up pada Race to Guangzhou, tapi sungguh disayangkan tak dapat bermain di BWF World Tour Finals 2018.

Alasannya, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara lolos otomatis karena berstatus juara dunia 2018.

Sedangkan Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi finis di atas Fukushima/Hirata pada ranking Race to Guangzhou.

Padahal, setiap negara hanya boleh mengirimkan dua wakil untuk masing-masing sektor.

Komentar

News Feed