Barang Bukti Narkotika Hasil Tangkapan BNNP Kaltara Meningkat di Tahun 2022

0
151
Barang Bukti Narkotika Hasil Tangkapan BNNP Kaltara Meningkat di Tahun 2022

TARAKAN — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) merilis hasil barang bukti narkotika hasil pengungkapan di tahun 2022.

Dari data yang tercatat di BNN Provinsi Kaltara, selama tahun 2022 jumlah barang bukti narkotika meningkat dibandingkan tahun sebelumnya (2021).

Kepala BNN Provinsi Kaltara, Brigjen Pol Rudi Hartono mengungkapkan, jumlah barang bukti narkotika meningkat terutama jenis sabu.

“Tahun ini untuk barang bukti sabu hasil pengungkapan ada 48 kilogram lebih, dan tahun 2021 lalu sekitar 36 kilogram, jadi peningkatannya sekitar 36 persen,” kata Rudi Hartono pada rilis resmi yang di gelar di Kantor BNN Provinsi Kaltara, Jum’at, 30 Desember 2022 siang.

Selain jenis sabu barang bukti narkoba lainnya yang berhasil diamankan petugas BNN Provinsi Kaltara, yakni ganja seberat  193,25 gram serta 94 butir pil ekstasi.

Seluruh barang bukti yang didapatkan ini, merupakan hasil dari 15 kasus dengan tersangka sebanyak 27 orang.

“Masih tingginya jumlah barang bukti narkoba ini dikarenakan wilayah Kaltara yang merupakan wilayah perairan, masih dijadikan jalur utama keluar masuk atau lalu lintas penyelundupan peredaran,” jelas Rudi lagi.

Lanjut Rudi menjelaskan, dari sejumlah kasus yang diungkap sepanjang tahun 2022, kasus paling menonjol yakni pengungkapan jaringan sabu KTT (Kaltara) – Wahau (Kaltim).

“Penyelundupan dilakukan dari wilayah Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara menuju daerah Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur melalui jalur darat,” jelasnya.

“Total tersangka yang diamankan sebanyak 1 orang dengan total barang
bukti yang sita sebanyak 22.298,67 gram atau setara 22,29 kg narkotika jenis sabu, lanjutnya.

Guna menekan dan meredam peredaran narkotika di Kaltara ataupun yang melalui jalur perairan Kaltara, BNN Provinsi Kaltara terus bersinergi dengan stackholder yang ada.

Bahkan, sampai saat ini sosialisasi terkait bahaya narkotika terus dilakukan baik secara langsung ke masyarakat, maupun melalui media sosial maupun media massa.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here