oleh

Pose 2 Jari Diacara SICC Gerindra, Anies Baswedan Diadukan Bawaslu

Infoindo.id – Anies Baswedan Selaku Gubenur DKI Jakarta datang ke salah satu acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Sentul, Bogor.

Anins juga diberi kesempatan berpidato di hadapan kader-kader Gerindra yang hadir saat itu.

Dalam pidato singkatnya, Anies menyampaikan dukungannya kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019.

Karna kata yang di sampaikan Anis diadukan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan terancam pidana.

Anies tak mau tanggapinya

“Gak ada tanggapan” ujurnya,selepas menghadiri agenda di Monumen Nasional (Monas), Anies mengatakan ia tak mau menanggapi permasalahan tersebut. Ia pun tak mempermasalahkan kelompok yang melaporkan dirinya.

Anies Baswedan juga mengatakan, ia telah izin menghadiri acara tersebut kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Menurut Tjahjo, hal tersebut bukan sebuah masalah.

“Tidak ada, dan beliau sudah mengikuti aturan,” Ujar Tjahjo di Istana Wakil Presiden.

Relawan Jokowi melaporkan Anies ke Bawaslu

Anies dilaporkan oleh Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) ke Bawaslu karena diduga melanggar Pasal 281 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Ketika itu Anies hadir dalam diacara Konferensi Nasional Gerindra, Sebagai pejabat publik Anies melakukan pelanggaran.

Seharusnya Anies ada di kantor pada saat itu dan menjalankan tugas sebagai Gubernur. Kenyataannya dia datang ke acara Gerindra atau alasan diundang di Sentul yang notabene bukan berada di wilayah DKI Jakarta .

Anis terancam pidana jika terbukti bersalah

Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar mengatakan bila terbukti melakukan pelanggaran, Anies bisa dipidana penjara maksimal tiga tahun penjara.

“Kan ada pasalnya 281 dimana disebutkan bahwa pajabat dilarang melakukan, mengeluarkan putusan atau tindakan yang dapat menguntungkan kepada salah satu calon”. 

Saya juga belum melihat video dan fotonya, dan itu akan menjadi suatu temuan nantinya, kata Fritz Edward Siregar.

Komentar

News Feed