BI Perwakilan Kaltara Klaim Peredaran Uang Palsu Sepanjang Tahun 2022 Sangat Kecil

0
282
Ilustrasi uang palsu.

TARAKAN – Peredaran uang palsu atau uang yang diragukan keasliannya, sepanjang tahun 2022 jumlahnya relatif kecil.

Meski tidak dapat menyebutkan secara rinci besaran jumlahnya, Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kaltara memastikan peredaran uang palsu pada tahun 2022 menurun dari tahun sebelumnya.

Kepala Tim Implementasi Sistem Pembayaran Uang Rupiah, Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kaltara, Dodi Hermawan mengatakan kecilnya peredaran uang palsu tak lepas dari peran semua pihak.

“Untuk peredaran uang palsu di Kaltara sangat-sangat kecil, dan kami Bank Indonesia terus melakukan monitoring ataupun pengawasan dengan pihak terkait seperti kepolisian dan Binda daerah” jelas Dodi.

“Jumlah uang palsu atau uang yang diragukan keasliannya kami tidak dapat menyebutkannya ya, tapi pastinya sangat kecil di tahun 2022 ini,” lanjutnya.

Guna menekan sekaligus mencegah maraknya penyebaran uang palsu, sosialisasi pun terus dilakukan Bank Indonesia.

“Dengan sosialisasi secara terus menerus dapat lebih membantu masyarakat untuk pintar dan jeli memastikan uang yang asli dan palsu,” ucapnya.

Lebih lanjut Dodi menjelaskan, saya ini pihaknya memiliki laboratorium yang dilengkapi alat deteksi uang.

“Bagi masyarakat yang menemukan atau meragukan keaslian uang yang didapat, bisa langsung datang ke kantor kami. Saat ini kami memiliki laboratorium untuk melakukan pengecekan atau deteksi uang dengan dilengkapi alat khusus,” jelasnya.

Meski peredaran uang palsu di Kaltara sangat kecil, namun masyarakat harus tetap waspada terlebih yang kerap melakukan aktivitas transaksi, seperti para pedagang di pasar atau tempat lainnya.

“Waspada harus tetap dijaga agar peredaran uang asli di masyarakat dapat diredam,” katanya.

Disamping itu, peran pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya juga harus sinergi dalam mencegah peredaran uang palsu.

“Bank Indonesia Perwakilan Kaltara telah melakukan MoU dengan pemerintah daerah yang ada di Kaltara, dan juga meminta bantuan dari kepolisian dan Binda daerah,” pungkas Dodi.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here