Pengendali Dibalik Pabrik Pemasok Serpih Kayu Royal Golden Eagle

0
202

JURNAL INVESTIGASI 5

 

PT BALIKPAPAN Chip Lestari dilaporkan memproduksi 296.653 BDT serpih kayu pada 2021 dan 283.819 BDT pada 2022. Hampir seluruh hasil produksi itu dilaporkan diekspor: 291.221 BDT pada 2021 dan 270.698 BDT pada 2022. Data perdagangan mengindikasikan bahwa setidaknya 90 persen ekspor BCL dari Indonesia. Selama dua tahun, pengiriman serpih kayu berasal dari pelabuhan di Balikpapan dan diterima oleh Asia Symbol (Shandong) Pulp & Paper di pelabuhan Rizhao, Tiongkok.

Dari ulasan data ekspor serpih kayu mengindikasikan bahwa pada tahun 2021 dan 2022, BCL setidaknya melakukan 21 pengiriman ke Asia Symbol dengan jumlah total lebih dari 508.000 BDT serpih kayu. Adapun nilai barang yang dideklarasikan sebesar 54 juta dolar AS. Deklarasi ekspor dalam Sistem Informasi Legalitas Kayu (SILK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membenarkan kiriman yang tercatat pada data perdagangan. Pengiriman serpih kayu yang dikirim oleh BCL ke Asia Symbol di Rizhao, awalnya dijual kepada salah satu dari dua perusahaan di Uni Emirat Arab: EPC Project Procurement DMCC dan Recursos Trading DMCC.

Ekspor serpih kayu dilaporkan dari PT Balikpapan Chip Lestari ke Asia Symbol (Shandong) Pulp and Paper, 2021–2022.

Managing Director dari Recursos Trading, menurut informasi daftar pencatatan, adalah Wee Ching Hok. Dia sebelumnya menjabat sebagai direktur (dari September 2015 sampai Oktober 2021) di International Woodchip Corporation Pte Ltd, yang memiliki alamat, nomor telepon, dan nomor faks yang sama dengan kantor perusahaan APRIL di Singapura. Dua belas kapal angkut serpih kayu, termasuk MV Batavia Express, diidentifikasi pada data perdagangan melakukan 21 pengiriman pada 2021 dan 2022. Rute dari selusin kapal pengangkut serpih kayu tersebut, berlayar dari Balikpapan ke Rizhao pada tanggal-tanggal pengiriman yang ditunjukkan di dalam data perdagangan.

Kapal angkut serpih kayu yang mengantar kiriman serpih kayu dari PT Balikpapan Chip Lestari di Kalimantan Timur, Indonesia ke Asia Symbol di Rizhao, Tiongkok sepanjang Juni 2021–Januari 2023.

Perusahaan yang mengelola kedua belas kapal angkut serpih kayu itu diantaranya, Nova Shipping & Logistics Pte Ltd, diketahui memiliki alamat, nomor telepon, dan nomor faks yang sama dengan kantor perusahaan APRIL di Singapura. Satu dari dua direktur Nova Shipping adalah Lee Chong, dinyatakan pada profil LinkedIn miliknya bahwa jabatannya saat ini adalah sebagai Corporate Business Controller di RGE dan sudah menjadi pegawai RGE sejak 2003. Lee Chong sudah menjabat sebagai direktur untuk beberapa perusahaan yang memiliki kaitan dengan RGE, termasuk RGE Pte Ltd dan pemegang saham tunggalnya Peregrine Holdings Ltd berbadan di Bermuda.

 

HUBUNGAN KORPORASI RGE DENGAN PT BALIKPAPAN CHIP LESTARI

Siapa pemilik, pengendali dan yang mendapatkan keuntungan dari operasi BCL? Sebagaimana diuraikan, pemilik manfaat utama (ultimate beneficial owner) pabrik serpih kayu ini tidak diketahui publik karena kepemilikan rantai perusahaan mengarah kepada perusahaan yang terdaftar di British Virgin Islands. Di sana, identitas pemegang saham perusahaan tidak dapat diakses oleh publik. Hal ini mengaburkan identitas pemilik manfaat utama perusahaan.

“Meski demikian, daftar pencatatan perusahaan dan sumber informasi publik lainnya membuktikan kaitan korporasi antara BCL dan RGE. RGE, sepanjang sepengetahuan kami, belum mendeklarasikan secara publik atau menyangkal bahwa mereka memiliki afiliasi dengan BCL. Sebenarnya, berdasarkan definisi grup perusahaan Accountability Framework Initiative terdapat bukti kuat BCL dan RGE berada di bawah kendali yang sama,” ungkap Syahrul Fitra, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.

Seperti bukti dari konsensus yang terus berkembang, bahwa definisi grup perusahaan dari AFI adalah standar untuk pemahaman cakupan grup perusahaan, Forest Stewardship Council belum lama ini mengadopsi definisi grup perusahaan AFI ke dalam Kebijakan untuk Asosiasi (Policy for Association) mereka. RGE, dalam pernyataan publik yang dikeluarkan pada 22 April 2022 mengatakan, sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menjadi selaras dengan kerangka kerja industri untuk rantai pasok yang etis, RGE mengakui Accountability Framework Initiative dan definisi mereka untuk ‘Grup Perusahaan’ yang berarti termasuk perusahaan pihak terkait.

Dari kriteria AFI, empat dari delapan faktor penentu mengindikasikan bahwa BCL adalah bagian dari RGE Group: 1) Pemilik manfaat PT Balikpapan Chip Lestari tertutup dari publik menggunakan perusahaan offshore; 2) Perusahaan berbagi lahan (sumber daya) dengan perusahaan minyak sawit milik RGE dan perusahaan perkebunan serat kayu yang terhubung dengan RGE; 3) Kesepakatan kontraktual ini tampaknya meliputi juga hubungan eksklusif pembeli dan pemasok dengan usaha-usaha milik RGE; 4) Personel penting dalam manajemen memiliki kaitan dengan RGE.

PT Balikpapan Chip Lestari di bawah kepemilikan korporasi pemegang saham yang terdaftar di Malaysia –BCL Industrial Sdn Bhd dan Great Mahakam Sdn Bhd– yang ternyata berada di alamat sebuah firma jasa korporasi. Pemegang saham perusahaan Malaysia, BCL Industrial Sdn Bhd dan Great Mahakam Sdn Bhd adalah Taroko Investment Holdings Limited, didirikan di British Virgin Islands.

“Otoritas Jasa Keuangan British Virgin Islands, badan yang mengelola pusat daftar catatan korporasi, tidak membuka informasi pemegang saham perusahaan secara publik,” terangnya.

Sementara itu, BCL diketahui berbagi tempat dengan dua perusahaan lain di lokasi pabrik serpih kayunya di Balikpapan. Satu merupakan kilang minyak sawit yang dikelola oleh PT Kutai Refinery Nusantara yang dimiliki oleh Apical, perusahaan pengolahan minyak sawit milik RGE. Satu lagi adalah PT Kalimantan Prima Services Indonesia, yang memiliki kaitan dengan RGE melalui entitas pemegang sahamnya saat ini.

Bagaimana dengan kerjasama perdanganan BCL sebagai pemasok kayu dengan RGE? Dan siapa pembeli utama dari produksi pabrik pulp? Pemasok kayu nomor satu BCL selama dua tahun terakhir, yang dilaporkan mengirim lebih dari satu setengah juta meter kubik kayu, adalah perusahaan milik RGE, PT ITCI Hutani Manunggal. PT ITCI Hutani Manunggal juga adalah pemasok kayu terbesar pabrik serpih kayu mereka pada 2016 dan 2017 ketika pabrik itu beroperasi dengan nama PT Kutai Chip Mill. Data perdagangan mengindikasikan bahwa dalam dua tahun terakhir BCL mengekspor serpih kayu hanya kepada satu perusahaan, Asia Symbol (Shandong) Pulp & Paper.

“Sebelum Desember 2019, saat pabrik beroperasi dengan nama PT Kutai Chip Mill, pabrik tersebut juga memasok serpih kayu untuk Asia Symbol, sebagaimana dilaporkan oleh APRIL pada 2016,” katanya.

 

KAITAN MANAJEMEN PERUSAHAAN PULP DENGAN RGE

Direktur PT Balikpapan Chip Lestari yang menjabat saat ini, Zulkifli, beralamat di Komplek PT RAPP, terletak di kompleks pabrik pulp dan kertas APRIL di Kerinci, tempat PT Riau Andalan Pulp & Paper berada. Situs web APRIL menyatakan, Riau Andalan Pulp & Paper (PT RAPP) merupakan divisi operasional APRIL di Riau. Menurut berkas resmi daftar catatan perusahaan, Hery Susanto adalah Komisaris PT Balikpapan Chip Lestari sejak Mei 2013 hingga Januari 2018. Profil LinkedIn Hery mengindikasikan bahwa sebelumnya ia adalah “Senior Financial Controller” di RGE sejak Juli 2010 hingga Agustus 2018 yang berdomisili di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pada Desember 2010, ketika masih menjabat sebagai Komisaris BCL, Hery Sutanto juga menjabat sebagai Komisaris ITCI Hutani Manunggal, perusahaan yang diakui RGE/APRIL sebagai milik mereka. Sementara itu, posisi Direktur Utama pabrik serpih kayu tersebut saat ini dijabat oleh Lina Bustam, yang hingga 2019 menjabat juga sebagai Direktur PT Toba Pulp Lestari, yang mengoperasikan pabrik pulp di Sumatera Utara dan diakui sebagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan RGE.

Sedangkan, Ong Leong Chuan (alias Leong Chuan ONG), Komisaris BCL dari Desember 2019 sampai April 2021. Sebelumnya bekerja di APRIL sebagai Kepala Pengadaan Serpih Kayu, sebelum menjadi koordinator pabrik di Kutai Chip Mill antara Juli 2012 dan Juni 2014, menurut profil LinkedIn miliknya. Ong Leong Chuan menggambarkan salah satu pencapaiannya dengan merujuk pada Kutai Chip Mill dan pabrik pulp di Tiongkok yang mereka suplai sebagai bagian grup usaha yang sama.

Ong Leong Chuan mampu menaikkan kualitas serpih kayu dan secara konsisten mendapat peringkat sebagai pemasok nomor satu untuk pabrik pulp di Tiongkok. Setelah bekerja di Kutai Chip Mill, Ong Leong Chuan dilaporkan bekerja di PT Kalimantan Prima Services, sebuah perusahaan yang memiliki kaitan dengan RGE, memiliki lokasi yang sama dengan BCL dan kilang Apical yang dimiliki RGE.

“Baik RGE Group maupun PT Balikpapan Chip Lestari dinilai bahwa hubungan tersebut mengindikasikan BCL dan RGE berada di bawah pengendalian bersama. Baik RGE maupun BCL tidak memberikan tanggapan atas temuan dan penilaian pengendalian bersama,” tegasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here